Pencarian

KAI Batasi Kecepatan Kereta Bekasi-Cikarang, Ketepatan Waktu Capai 88 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 • 22:52:01 WIB
KAI Batasi Kecepatan Kereta Bekasi-Cikarang, Ketepatan Waktu Capai 88 Persen
Kereta Commuter Line Bekasi-Cikarang masih dibatasi kecepatan 60-80 km/jam hingga 9 Mei 2026.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih memberlakukan pembatasan kecepatan kereta api di lintas Bekasi-Cikarang pada kisaran 60-80 km per jam hingga Sabtu (9/5/2026). Kebijakan ini diambil guna menjamin keselamatan operasional pascakejadian di Stasiun Bekasi Timur, meski performa ketepatan waktu Commuter Line diklaim terus membaik. Langkah tersebut berdampak langsung pada ribuan pengguna harian yang bergantung pada kelancaran arus logistik dan transportasi di koridor penyangga Jakarta tersebut.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan proses pemulihan operasional di jalur Bekasi hingga Cikarang masih terus berjalan. Hingga pekan kedua Mei 2026, perseroan memilih tetap menahan laju maksimal kereta untuk memberikan ruang bagi tim teknis melakukan pengecekan jalur secara menyeluruh.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pembatasan kecepatan di level 60–80 km per jam merupakan prosedur standar keamanan yang tidak bisa ditawar. "Pembatasan kecepatan ini masih diperlukan agar proses pengecekan dan pemulihan operasional dapat berjalan dengan baik serta tetap menjaga aspek keselamatan perjalanan," ujar Anne dalam keterangannya.

Manajemen KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan yang terjadi, terutama pada layanan Commuter Line lintas Cikarang. Meski kecepatan belum kembali normal, data internal menunjukkan tren efisiensi waktu yang positif dalam beberapa hari terakhir.

Pemulihan Ketepatan Waktu Commuter Line

Data performa perjalanan menunjukkan grafik peningkatan yang konsisten. Pada 7 Mei 2026, tingkat ketepatan waktu (on-time performance) keberangkatan berada di angka 87 persen dengan kedatangan 81 persen. Saat itu, rata-rata keterlambatan masih berkisar antara 2,2 hingga 3,3 menit.

Kondisi ini membaik pada 8 Mei 2026, di mana tingkat ketepatan waktu keberangkatan naik menjadi 88 persen dan kedatangan menyentuh 85 persen. Durasi keterlambatan pun berhasil dipangkas menjadi rata-rata 1,8 menit untuk keberangkatan dan 2,3 menit untuk kedatangan. Perbaikan ini mengindikasikan bahwa manajemen lalu lintas kereta mulai beradaptasi dengan pembatasan kecepatan yang ada.

KAI menegaskan koordinasi lintas sektoral terus diperkuat agar normalisasi jalur bisa tercapai lebih cepat. Fokus utama perseroan saat ini adalah menyeimbangkan antara kecepatan mobilitas publik dengan standar keamanan infrastruktur rel yang sempat terdampak gangguan di titik Bekasi Timur.

Upaya Sterilisasi Perlintasan Jalan Ampera

Di sisi lain, KAI Daop 1 Jakarta mengambil langkah proaktif dengan memasang palang pintu sementara di perlintasan sebidang JPL 86, Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur. Pemasangan yang dilakukan sejak akhir April 2026 ini merupakan respons atas tingginya risiko kecelakaan di titik tersebut.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menekankan bahwa fasilitas tersebut bersifat darurat dan belum masuk kategori perlintasan resmi. Pengoperasiannya pun bergantung pada swadaya masyarakat setempat yang berkoordinasi dengan pihak kelurahan. KAI memberikan peringatan keras terkait keberadaan perlintasan ini demi keselamatan bersama.

“Apabila perlintasan JPL 86 di Jalan Ampera ini tidak dapat dijaga secara penuh selama 24 jam setiap hari, maka demi keselamatan bersama, KAI akan mengambil langkah tegas dengan melakukan penutupan perlintasan tersebut,” tegas Franoto. Menurutnya, kondisi tanpa penjagaan di perlintasan sebidang sangat membahayakan nyawa pengguna jalan dan stabilitas perjalanan kereta.

Mendorong Solusi Infrastruktur Permanen

KAI menyadari bahwa palang pintu sementara bukan solusi jangka panjang. Perseroan kini tengah mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk membangun infrastruktur tidak sebidang, seperti flyover atau underpass, di titik-titik rawan sepanjang lintas Bekasi-Cikarang.

Langkah ini dianggap krusial mengingat frekuensi perjalanan kereta yang terus meningkat seiring bertambahnya volume penumpang Commuter Line. Koordinasi intensif telah dijalin dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi serta Kelurahan Duren Jaya untuk memetakan solusi permanen yang paling memungkinkan secara teknis dan anggaran.

Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, masyarakat diimbau untuk selalu berhenti sejenak dan memastikan kondisi aman sebelum melintasi rel. KAI berkomitmen untuk terus memperbarui informasi mengenai status pemulihan jalur agar pengguna jasa dapat merencanakan perjalanan dengan lebih akurat di tengah keterbatasan kecepatan yang masih berlaku.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks