MEDAN — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan melepas 233 calon haji Kloter 17 di Asrama Haji Medan, Senin. Kloter ini menjadi penutup seluruh rangkaian pemberangkatan musim haji 1447 Hijriah dari Sumatera Utara.
Ketua PPIH Embarkasi Medan Zulkifli Sitorus mengingatkan jamaah agar tidak sembarangan mengambil foto atau video selama di Arab Saudi. Pelanggaran terhadap aturan ini, kata dia, sudah hampir menyebabkan seorang jamaah dideportasi.
"Jangan sembarangan mengambil video atau foto, terutama warga setempat. Sudah ada jamaah kita hampir dideportasi karena melanggar aturan tersebut," ujar Zulkifli saat melepas jamaah.
Kloter 17 Embarkasi Medan terdiri dari calon haji yang berasal dari delapan kabupaten/kota di Sumut. Kota Medan mendominasi dengan 202 orang, disusul Deli Serdang 13 orang, Serdang Bedagai 5 orang, dan Padangsidempuan 2 orang.
Selebihnya berasal dari Tapanuli Tengah (2), Labuhanbatu (1), Labuhanbatu Utara (1), dan Labuhanbatu Selatan (1). Enam petugas kloter juga ikut dalam rombongan ini.
Satu calon haji atas nama Rahmaini Daulay nomor manifes 176 asal Kabupaten Labuhanbatu terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci karena sakit. Zulkifli meminta jamaah yang berangkat menjaga kondisi fisik selama menjalani rangkaian ibadah.
"Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Bisa jadi, ini kesempatan terakhir menunaikan ibadah haji. Laksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh keikhlasan dan kedisiplinan agar meraih haji yang mabrur," tuturnya.
Data PPIH Embarkasi Medan mencatat, sebanyak 5.972 calon haji asal Sumatera Utara telah tiba di Arab Saudi. Proses pemberangkatan dari Asrama Haji Medan berlangsung sejak 21 April hingga 11 Mei 2026.
Zulkifli juga mengingatkan jamaah agar tidak membawa barang berlebihan di luar ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Ia meminta jamaah saling membantu, meninggalkan sifat iri dan dengki selama menjalankan ibadah.