5 Fakta Emas Warga Deli Serdang Hilang Usai Rumah Digeledah Pria Ngaku Polisi, 6 Orang Diduga dari Polda Sumut

Penulis: Syafruddin Amir  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 15:10:42 WIB
Enam orang berpakaian preman menggeledah bengkel di Patumbak pada 13 April 2026.

DELI SERDANG — Peristiwa penggeledahan rumah sekaligus bengkel di Dusun 1 Desa Patumbak 1, Kecamatan Patumbak, terjadi pada 13 April 2026. Kini, polisi masih menyelidiki kebenaran identitas para pelaku yang mengaku dari Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Sumut tersebut.

Enam Orang Berpakaian Preman Datang Bersama Kepala Dusun

Ahing (45), kepala mekanik di bengkel tersebut, menuturkan peristiwa berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Ia melihat enam orang berpakaian biasa sudah ramai di bengkel saat tiba untuk bekerja.

"Mereka mengaku dari Siber Polda Sumut. Mereka naik mobil berpakaian preman," kata Ahing saat ditemui di bengkel, Senin (11/5/2026).

Keenam orang itu datang bersama Kepala Dusun I, Supriaman (56), dan langsung menuju ruangan pemilik bengkel di lantai 2.

Alasan Penggeledahan: Terkait Judi Online dan Pencucian Uang

Ahing mengungkapkan, kelompok tersebut mengaku mencari pemilik bengkel berinisial S. Mereka disebut membawa surat panggilan dan menyebut soal kasus judi online (judol) serta pencucian uang.

"Katanya ada surat panggilan, ditujukan ke bos. Mereka ngomong di awal soal pencucian uang, judol," jelas Ahing.

Kepala Dusun Supriaman membenarkan bahwa para pelaku memang mencari pemilik bengkel berinisial S.

Emas 19,96 Gram dan 18,61 Gram Dilaporkan Hilang

Ahing mengaku tidak berani melihat secara detail apa saja yang dibawa para pelaku usai penggeledahan. Namun, keesokan harinya, korban KD mengaku kehilangan perhiasan emasnya.

"Nggak tahu (apa yang dibawa), kami nggak berani. Istri bos besoknya bilang emasnya sudah tak ada," pungkasnya.

Dalam laporan ke Polsek Patumbak, korban menyebut dua kalung emasnya raib, masing-masing seberat 19,96 gram dan 18,61 gram.

Polisi Datang Meralat: Bukan dari Siber, Melainkan Krimum

Setelah laporan korban viral di media sosial, Kepala Dusun Supriaman didatangi personel polisi. Mereka membantah bahwa kelompok yang menggeledah bengkel itu berasal dari Ditressiber.

"Setelah semalam itu, setelah ada berita viral. Polisi yang dari Siber menjumpai saya. Katanya bukan orang itu yang ke situ. Bukan polisi Siber itu, tapi dari krimum," kata Supriaman.

Polsek Patumbak Masih Selidiki Identitas Pelaku

Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora menyatakan pihaknya masih menyelidiki laporan warga tersebut. Hingga kini, polisi belum bisa memastikan apakah keenam orang yang datang ke bengkel itu benar-benar personel kepolisian.

"Terkait itu, kami masih menyelidiki kebenarannya," pungkas Daulat.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top