DELI SERDANG — Peristiwa penggeledahan rumah sekaligus bengkel di Dusun 1 Desa Patumbak 1, Kecamatan Patumbak, terjadi pada 13 April 2026. Kini, polisi masih menyelidiki kebenaran identitas para pelaku yang mengaku dari Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Sumut tersebut.
Ahing (45), kepala mekanik di bengkel tersebut, menuturkan peristiwa berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Ia melihat enam orang berpakaian biasa sudah ramai di bengkel saat tiba untuk bekerja.
"Mereka mengaku dari Siber Polda Sumut. Mereka naik mobil berpakaian preman," kata Ahing saat ditemui di bengkel, Senin (11/5/2026).
Keenam orang itu datang bersama Kepala Dusun I, Supriaman (56), dan langsung menuju ruangan pemilik bengkel di lantai 2.
Ahing mengungkapkan, kelompok tersebut mengaku mencari pemilik bengkel berinisial S. Mereka disebut membawa surat panggilan dan menyebut soal kasus judi online (judol) serta pencucian uang.
"Katanya ada surat panggilan, ditujukan ke bos. Mereka ngomong di awal soal pencucian uang, judol," jelas Ahing.
Kepala Dusun Supriaman membenarkan bahwa para pelaku memang mencari pemilik bengkel berinisial S.
Ahing mengaku tidak berani melihat secara detail apa saja yang dibawa para pelaku usai penggeledahan. Namun, keesokan harinya, korban KD mengaku kehilangan perhiasan emasnya.
"Nggak tahu (apa yang dibawa), kami nggak berani. Istri bos besoknya bilang emasnya sudah tak ada," pungkasnya.
Dalam laporan ke Polsek Patumbak, korban menyebut dua kalung emasnya raib, masing-masing seberat 19,96 gram dan 18,61 gram.
Setelah laporan korban viral di media sosial, Kepala Dusun Supriaman didatangi personel polisi. Mereka membantah bahwa kelompok yang menggeledah bengkel itu berasal dari Ditressiber.
"Setelah semalam itu, setelah ada berita viral. Polisi yang dari Siber menjumpai saya. Katanya bukan orang itu yang ke situ. Bukan polisi Siber itu, tapi dari krimum," kata Supriaman.
Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora menyatakan pihaknya masih menyelidiki laporan warga tersebut. Hingga kini, polisi belum bisa memastikan apakah keenam orang yang datang ke bengkel itu benar-benar personel kepolisian.
"Terkait itu, kami masih menyelidiki kebenarannya," pungkas Daulat.