DELI SERDANG — Pemkab Deli Serdang mulai membangun gedung baru SMP Negeri 2 di Kecamatan Galang dengan 12 ruang kelas dan tiga laboratorium. Pembangunan tahap pertama ini dikerjakan dalam 130 hari kerja sebagai bagian dari upaya menjadikan sekolah tersebut sebagai institusi unggulan di Sumatera Utara. Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menyebut proyek ini merupakan langkah besar di era kepemimpinannya bersama Wakil Bupati.
DELI SERDANG — Proses pembangunan fisik SMP Negeri 2 Galang di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, resmi berjalan. Pada tahap pertama, proyek ini mencakup pembangunan 12 ruang kelas, tiga laboratorium, perpustakaan, serta pagar keliling dengan waktu pengerjaan 130 hari kerja.
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, meninjau langsung lokasi pembangunan di Lubuk Pakam, Selasa. Ia mengatakan proyek ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat fasilitas pendidikan bagi generasi muda.
12 Ruang Kelas Hingga Kantin Bakal Dibangun Bertahap
"Ini merupakan langkah besar di era kepemimpinan saya dan Pak Wakil Bupati. Dalam satu setengah tahun, kita bisa mewujudkan pembangunan SMP Negeri 2 Galang," ujarnya.
Setelah tahap pertama rampung, pembangunan bakal dilanjutkan dengan penambahan sejumlah fasilitas pendukung. Ruang guru, ruang kepala sekolah, musala, dan kantin menjadi prioritas pada pekerjaan tahap kedua.
Disiapkan Jadi Konsep Sekolah Terintegrasi SD-SMP-SMA
SMP Negeri 2 Galang tidak hanya dirancang sebagai sekolah reguler. Ke depan, sekolah ini diarahkan menjadi bagian dari konsep sekolah terintegrasi yang menghubungkan jenjang pendidikan dari SD, SMP, hingga SMA di kawasan Kecamatan Galang.
Konsep tersebut diharapkan mendukung kesinambungan pendidikan serta pengembangan potensi peserta didik secara lebih optimal. Bupati menargetkan lulusan sekolah ini memiliki kemampuan yang lebih baik saat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
"Harapannya, ini menjadi cikal bakal sekolah terintegrasi dan menjadi salah satu sekolah unggulan di Kecamatan Galang. Anak-anak yang keluar dari sini untuk menuju SMA diharapkan memiliki kemampuan yang lebih," jelasnya.
Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas 2045
Asri menegaskan pembangunan fasilitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Menurutnya, infrastruktur yang memadai menjadi modal utama menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Pihaknya juga mengajak masyarakat dan orang tua murid untuk turut menjaga fasilitas sekolah yang telah dibangun. Rasa memiliki dapat diwujudkan melalui langkah sederhana seperti menjaga lingkungan, menanam pohon, dan bergotong royong merawat gedung sekolah.
"Sekolah ini menjadi tempat anak-anak kita untuk menimba ilmu dan menggapai cita-citanya. Mari sama-sama kita merasa memiliki dan menjaga sekolah ini," katanya.