PANYABUNGAN — Kabut asap yang menyelimuti Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, sudah berlangsung tiga hari terakhir. Fenomena ini membuat sejumlah gedung dan bangunan tinggi yang biasanya terlihat jelas dari Kelurahan Dalan Lidang dan Desa Parbangunan kini samar-samar.
Mawarni (50), pedagang di pinggir jalan lintas Medan–Padang, menuturkan asap mulai terlihat sejak Sabtu (5/9/2026). Ia meyakini kabut tersebut bukan berasal dari pembakaran sampah lokal.
“Tidak mungkin asap pembakaran sampah di kebun wilayah sini tidak hilang berhari-hari. Mungkin ini asap kiriman dari kabupaten lain yang mengalami kebakaran hutan atau erupsi gunung,” ucap Mawarni saat ditemui di tempat berdagangnya, Senin (7/9/2026).
BPBD Madina Belum Beri Keterangan Resmi
Kepala Pelaksana BPBD Madina, Mukhsin Nasution, menyatakan sedang berada di Muara Sipongi untuk menghadiri kegiatan. Ia berjanji segera memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini kabut asap.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Madina mengenai sumber asal kabut asap maupun langkah penanganan yang akan diambil.
Dampak Kesehatan yang Mengintai Warga
Paparan kabut asap dalam durasi panjang berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Partikel halus (PM2.5) yang terkandung dalam asap dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan menyebabkan iritasi saluran pernapasan serta mata.
Masyarakat yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) disebut paling rentan terkena dampak. Dalam jangka panjang, paparan PM2.5 juga berpotensi memicu radang kulit, gangguan jantung, stroke, dan hipertensi.
Langkah Pencegahan yang Disarankan
Warga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih tebal. Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko menghirup partikel berbahaya.
Menutup pintu dan jendela rumah juga disarankan agar asap tidak masuk ke dalam hunian. Memperbanyak konsumsi air putih disebut dapat membantu menjaga kelembapan tubuh di tengah kondisi udara yang tidak sehat.