Pencarian

Bulog Siagakan 20 Ton Beras Darurat, Pastikan Bantuan Gempa NTT Tersalur ke Semua Desa

Selasa, 01 September 2026 • 19:41:31 WIB
Bulog Siagakan 20 Ton Beras Darurat, Pastikan Bantuan Gempa NTT Tersalur ke Semua Desa
Petugas Bulog memeriksa 20 ton beras darurat yang disiagakan di bandara dan pelabuhan untuk mempercepat distribusi bantuan gempa NTT.

SUMATERA UTARA — Perum Bulog memastikan tidak ada lagi desa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang belum menerima bantuan pasca-gempa yang mengguncang wilayah tersebut. Meski begitu, perusahaan pelat merah ini tetap menyiagakan puluhan ton beras sebagai jaring pengaman untuk mengantisipasi munculnya daerah terisolasi baru.

Sebanyak 20 ton beras telah diposisikan di dua titik strategis: 10 ton di bandara dan 10 ton di pelabuhan. Lokasi ini dipilih agar pasokan bisa segera didistribusikan jika ada permintaan mendesak dari daerah yang selama ini sulit dijangkau.

Antisipasi Daerah Terisolasi

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan stok darurat ini sengaja ditempatkan di titik transit udara dan laut. Tujuannya, mempercepat waktu respons ketika pemerintah daerah melaporkan adanya warga yang belum menerima bantuan.

"Jika ada daerah terdampak yang membutuhkan bantuan mendesak, pasokan emergensi bisa langsung diambil dari stok beras yang kami siagakan di bandara maupun pelabuhan," ujar Rizal dalam konferensi pers Update Bantuan Bencana NTT di Kantor Pusat Perum Bulog, Selasa (1/9/2026).

Pola ini menjadi krusial mengingat karakteristik geografis NTT yang terdiri dari pulau-pulau terpencil. Beberapa titik hanya bisa diakses melalui transportasi udara atau laut, membuat rantai logistik menjadi penentu utama kelancaran penyaluran bantuan.

Penyaluran Terpusat Lewat BNPB

Bulog tidak menyerahkan bantuan langsung ke warga. Sebaliknya, seluruh distribusi berjalan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing wilayah, yang berada di bawah koordinasi BNPB.

Kebijakan ini dipilih agar pemerintah daerah bisa mengatur pembagian bantuan secara presisi. Dengan begitu, alokasi beras disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar merata secara jumlah tetapi tepat sasaran.

Sistem yang terintegrasi antara posko BNPB pusat dan daerah ini juga mempermudah pengajuan tambahan bantuan. Jika ditemukan wilayah yang terisolasi atau membutuhkan pasokan ekstra, pemerintah daerah tinggal mengajukan permintaan melalui kanal yang sudah tersambung langsung dengan sistem penyaluran Bulog.

Tidak Ada Wilayah yang Terlewat

"Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada wilayah darurat yang sama sekali belum menerima bantuan," tegas Rizal.

Pernyataan itu mengonfirmasi bahwa rantai distribusi bantuan berjalan relatif lancar sejak gempa melanda NTT. Meski begitu, siaga penuh tetap dijaga mengingat dampak gempa bisa memutus akses jalan darat kapan saja, terutama di musim penghujan.

Bantuan pangan darurat menjadi kebutuhan paling mendesak bagi korban gempa, mengingat banyak warga kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan. Keberadaan stok siaga di bandara dan pelabuhan memastikan Bulog bisa merespons cepat ketika akses darat terputus atau ada desa yang baru diketahui terdampak.

Dengan koordinasi tersentralisasi melalui BNPB, Bulog berupaya menutup celah keterlambatan distribusi yang kerap menjadi masalah klasik dalam penanganan bencana di wilayah kepulauan seperti NTT.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks