MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara melayani 1.630.397 pelanggan selama Januari hingga Juli 2026. Angka ini naik empat persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 1.570.315 penumpang.
Manajer Humas PT KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengaitkan pertumbuhan ini dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transportasi yang efisien dan tepat waktu.
"Kebutuhan akan mobilitas yang cepat dan perjalanan yang tepat waktu semakin meningkat, sehingga turut meningkatkan peminat angkutan kereta api di Sumatera Utara yang terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun," katanya di Medan, Kamis.
Ruang Laktasi Hadir di 8 Stasiun, dari Medan hingga Siantar
Bertepatan dengan momentum Pekan ASI Sedunia yang diperingati setiap 1-7 Agustus, KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan dukungannya pada ibu menyusui. Fasilitas ruang laktasi kini tersedia di delapan stasiun: Medan, Tanjungbalai, Kisaran, Rantauprapat, Tebing Tinggi, Perbaungan, Lubuk Pakam, dan Siantar.
Anwar menjelaskan, penyediaan fasilitas ini merupakan bentuk nyata dukungan KAI terhadap gerakan pemberian ASI Eksklusif selama enam bulan pertama usia anak. Ruang tersebut dirancang aman dan nyaman bagi ibu yang hendak memberikan ASI kepada buah hatinya selama menunggu atau melakukan perjalanan.
"Kehadiran ruang laktasi ini menjadi fasilitas yang aman dan nyaman bagi para ibu menyusui saat akan memberikan ASI kepada buah hatinya selama melakukan perjalanan. Selain itu, fasilitas ini merupakan bentuk inklusivitas layanan angkutan kereta api di Sumatera Utara," ujar Anwar.
Dukungan Penuh bagi Keberhasilan Menyusui
Pihaknya mengimbau para pelanggan, khususnya ibu yang sedang dalam masa menyusui, untuk memanfaatkan fasilitas tersebut di stasiun-stasiun yang telah ditunjuk. Layanan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik yang ramah keluarga.
"Melalui peningkatan kualitas pelayanan dan penyediaan fasilitas yang ramah keluarga, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen penuh mendukung keberhasilan menyusui serta menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara," katanya.
Pertumbuhan jumlah pelanggan kereta api di Sumatera Utara dinilai sejalan dengan tren peralihan masyarakat dari moda transportasi darat lain menuju kereta api. Peningkatan layanan dan fasilitas pendukung menjadi strategi KAI untuk mempertahankan momentum positif ini.