MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong PUD Rumah Potong Hewan (RPH) untuk bertransformasi dari perusahaan jasa pemotongan menjadi unit bisnis terintegrasi. Langkah ini dinilai krusial mengingat pendapatan perusahaan saat ini dinilai belum sebanding dengan aset yang dimiliki, termasuk lahan seluas sekitar lima hektare.
Dalam rapat evaluasi yang dihadiri Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman dan jajaran direksi PUD RPH yang dipimpin Irwansyah Gultom, Rico Waas menyoroti volume pemotongan sapi yang masih stagnan di angka 892 ekor per bulan. Menurutnya, angka tersebut belum cukup untuk menciptakan kondisi keuangan yang sehat bagi perusahaan daerah.
RPH Diminta Jemput Bola, Tak Lagi Pasif
Rico Waas secara tegas meminta direksi PUD RPH untuk aktif menjajaki kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di berbagai daerah, termasuk di Pulau Jawa. Ia menginstruksikan agar proposal kerja sama segera disusun dan ditawarkan secara langsung kepada calon mitra.
“Kalau memang perlu, jemput bola. Datangi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang daging, tawarkan proposal kerja sama. Kita tidak bisa lagi hanya menunggu peluang datang,” ujar Rico Waas dalam rapat tersebut.
Hilirisasi dan Cold Storage Jadi Andalan Baru
Salah satu strategi utama yang diusulkan adalah pengembangan fasilitas cold storage dan hilirisasi produk daging. Rico Waas menilai produk turunan seperti bakso, kornet, dan olahan daging lainnya bisa menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan bagi PUD RPH.
“Hilirisasi harus mulai dipikirkan. Produk turunannya bisa berupa bakso, kornet, maupun olahan daging lainnya. Jadi sumber pendapatan perusahaan semakin beragam,” sebut Rico Waas.
Aset Tak Produktif Segera Dikerjasamakan
Selain menggenjot volume pemotongan, Rico Waas juga mendorong pemanfaatan aset-aset yang belum produktif. Ia mengusulkan pengembangan kawasan peternakan unggas sebagai salah satu prioritas. Lahan yang disiapkan diminta segera diukur, dilakukan appraisal melalui KPKNL, kemudian ditawarkan kepada investor dengan skema kerja sama yang saling menguntungkan.
Rico Waas menekankan bahwa upaya mencari investor tidak akan membuahkan hasil maksimal jika tata kelola internal perusahaan belum diperbaiki. Menurutnya, sistem kerja dan standar operasional harus diperkuat agar calon mitra memiliki kepercayaan untuk berinvestasi.
Target: Proposal Pengembangan Rampung Pekan Ini
Wali Kota Medan meminta proposal pengembangan usaha disusun secara lengkap, rinci, dan profesional dalam pekan ini. Proposal tersebut harus memuat rencana pengembangan usaha, analisis bisnis, hingga daftar perusahaan potensial yang dapat diajak bekerja sama.
“Kami tidak ingin menyalahkan RPH. Kami ingin RPH menjadi lebih baik. Karena itu setiap evaluasi harus menghasilkan solusi, bukan sekadar menyampaikan data mentah. Pada pertemuan berikutnya saya ingin melihat data yang sudah matang, argumentasi yang kuat, serta progres nyata dari seluruh rencana pengembangan yang telah disepakati,” pungkas Rico Waas.