SUMATERA UTARA — Boox, produsen perangkat e-paper asal China, menambah lini produknya dengan Picco — e-reader berukuran sangat kecil yang diklaim sebagai yang paling ringkas di kelasnya. Diumumkan dalam siaran pers, perangkat ini menyasar pengguna yang ingin membaca di mana saja tanpa perlu membawa tablet besar. Boox menyebut Picco sebagai produk pertama dalam kategori baru "e-paper devices with diverse form factors", yang sebelumnya hanya berisi tablet dan monitor e-paper.
Spesifikasi Utama
- Layar e-paper monokrom 3,97 inci dengan lampu depan (front-lit)
- Slot microSD untuk ekspansi penyimpanan
- Dukungan kartu microSD 8 GB dapat menyimpan 2.000–8.000 judul buku digital
- Belum ada informasi resmi mengenai prosesor, RAM, baterai, bobot, dan dimensi
Fitur Unggulan
Ukuran super ringkas. Dengan layar hanya 3,97 inci, Picco bisa dengan mudah dimasukkan ke saku baju, celana, atau dompet kecil. Ini lebih mungil dari kompetitor langsungnya, Xteink X4 Pro, yang sebelumnya dipuji karena ukuran saku.
Lampu depan terintegrasi. Layar e-paper Picco sudah dilengkapi lampu depan, sehingga tetap nyaman dibaca di ruang remang atau saat tidur tanpa cahaya eksternal. Fitur ini sudah menjadi standar di e-reader modern, namun jarang ditemukan di perangkat sekecil ini.
Penyimpanan ekspandabel. Meski penyimpanan internal belum diungkap, kehadiran slot microSD memungkinkan pengguna menambah kapasitas hingga 8 GB atau lebih. Dengan ukuran file e-book rata-rata 0,5–2 MB, satu kartu 8 GB cukup untuk ribuan buku — bekal lebih dari cukup untuk liburan panjang.
Harga & Ketersediaan
Boox belum mengumumkan harga pasti, tanggal rilis, maupun varian warna Picco. Namun, mereka menyebut perangkat ini akan dibanderol dengan "accessible price point" — harga yang terjangkau. Sebagai perbandingan, Xteink X4 Pro dijual sekitar US$100 (estimasi Rp1,65 juta). Belum ada konfirmasi ketersediaan di Indonesia, namun produk Boox biasanya masuk pasar lokal melalui distributor resmi.
Posisi Dibanding Kompetitor
Dengan ukuran 3,97 inci, Picco lebih kecil dari Xteink X4 Pro yang memiliki layar sekitar 4,5 inci. Perbedaan ini membuat Picco menjadi salah satu e-reader paling kecil di pasaran saat ini. Keunggulan lain adalah lampu depan built-in yang tidak dimiliki beberapa e-reader mungil lawas. Bagi pengguna di Indonesia yang terbiasa dengan e-reader 6–7 inci seperti Kindle atau Boox Poke, Picco menawarkan alternatif ekstrem portabel yang nyaman untuk commuting atau traveling.
Boox juga menyatakan Picco adalah langkah awal dari ekspansi ke form factor e-paper yang lebih variatif. Belum ada petunjuk bentuk apa yang akan datang — spekulasi publik mulai dari papan catatan raksasa hingga perangkat hybrid — namun yang jelas, Picco sudah menarik perhatian komunitas penggemar e-reader karena ukurannya yang unik.
Kesimpulan
Picco bukan e-reader untuk semua orang. Tanpa fitur canggih seperti stylus, konektivitas seluler, atau layar warna, perangkat ini lebih cocok bagi pembaca setia yang hanya butuh perangkat simpel untuk membaca teks di mana saja. Jika Boox benar-benar menjualnya di bawah US$100 dengan kualitas build dan dukungan software yang baik, Picco bisa menjadi pilihan menarik untuk backpacker, komuter, atau siapa pun yang muak membawa e-reader sebesar tablet. Tunggu pengumuman resmi harga dan jadwal rilis dalam waktu dekat.