Pencarian

KKSU 2026 di Medan: 300 UMKM Sumatera Utara Pamerkan Produk Unggulan, Olahan Teri hingga Kopi Simalungun Tembus Pasar Malaysia

Minggu, 19 Juli 2026 • 15:20:01 WIB
KKSU 2026 di Medan: 300 UMKM Sumatera Utara Pamerkan Produk Unggulan, Olahan Teri hingga Kopi Simalungun Tembus Pasar Malaysia
UMKM Sumatera Utara memamerkan produk unggulan dalam KKSU 2026 di Medan.

MEDAN — Suara mesin penggiling kopi bercampur aktivitas barista di salah satu sudut pusat perbelanjaan Kota Medan. Aroma khas kopi dataran tinggi Sumatera memenuhi area yang dipenuhi deretan stan. Di sana, puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya menyajikan kopi, tetapi juga produk makanan kemasan hingga kerajinan kreatif lainnya.

Jansen Tanuwijaya: dari Belawan ke Meja Penumpang Garuda

Salah satu peserta, Jansen Tanuwijaya, pemilik usaha olahan teri asal Medan, mengaku KKSU membuka peluang besar. Produknya yang sebelumnya hanya dipasarkan terbatas, kini mulai dilirik pembeli dari Malaysia dan Jepang.

“Sempat ada komunikasi dengan pihak Malaysia dan sudah ada penandatanganan nota kesepahaman. Saat ini masih dalam tahap penjajakan,” katanya.

Jansen, yang merupakan anak nelayan di Belawan, juga pernah bekerja sama dengan Garuda Indonesia. Produk olahan ikannya disajikan bagi penumpang di rute Medan-Jakarta. Ia optimistis dapat memenuhi permintaan ekspor karena bahan baku melimpah dari keluarga dan jaringan nelayan setempat.

Kopi Simalungun: Keasaman Kuat Jadi Ciri Khas, Target Pasar China

Loli Saragih, pemilik usaha kopi asal Kabupaten Simalungun, juga merasakan manfaat ajang ini. Menurutnya, kopi Simalungun memang belum seterkenal kopi Gayo atau Sidikalang, namun memiliki keunggulan tersendiri.

“Ciri khas kopi Simalungun dari jenis arabika adalah tingkat keasamannya yang kuat. Kami menilai prospeknya ke depan semakin baik,” ucapnya.

Produksi kopinya kini mencapai 200 kilogram per bulan untuk pasar Malaysia. Ke depan, Loli menargetkan perluasan pasar ke China. Ia menilai KKSU menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli, bukan sekadar pameran.

Pelatihan hingga Business Matching untuk Perluas Pasar

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Ameriza M. Moesa mengatakan, KKSU 2026 dirancang untuk memperkuat ekosistem UMKM. Selain pameran, kegiatan ini menghadirkan pelatihan, pendampingan pengemasan, serta business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan investor dan pembeli.

“Pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berkualitas,” ujar Ameriza.

Novita, petani kopi arabika asal Simalungun, berharap keikutsertaannya dalam KKSU dapat memperluas jaringan pemasaran. Ia optimistis kopi Simalungun bisa berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang menjadikan kopi sebagai bagian dari keseharian. “Walaupun kopi Simalungun belum terkenal, kami yakin bisa berkembang, apalagi memiliki ciri khas tingkat keasaman yang cukup pekat,” tuturnya.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks