MEDAN — Sebanyak 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara mengirimkan perwakilannya dalam Bimtek PKK yang digelar di Medan, 21-23 Juli 2026. TP PKK Kabupaten Asahan menjadi salah satu peserta yang antusias mengikuti rangkaian acara selama tiga hari tersebut.
Bimtek mengusung tema “Sinergi Tim Penggerak PKK dalam Mendukung Program Prioritas Pemerintah dan Kesejahteraan Keluarga”. Tujuannya, menyelaraskan program kerja PKK di seluruh daerah dengan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK.
Aplikasi SIPANDA: Sistem Pelaporan Digital Tanpa Kertas
Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution, secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia memperkenalkan inovasi digital bernama Sistem Informasi Pelaporan dan Data (SIPANDA).
Aplikasi ini dirancang sebagai sistem pelaporan terintegrasi. “SIPANDA diharapkan mampu meningkatkan efektivitas administrasi dan mempercepat proses pelaporan kegiatan PKK di seluruh daerah,” ujar Kahiyang dalam arahannya.
Lewat SIPANDA, proses administrasi organisasi diharapkan lebih tertata, akurat, dan efisien. Sistem ini juga mendukung konsep paperless—pengurangan dokumen berbasis kertas secara bertahap—mulai dari tingkat provinsi hingga desa.
Materi Strategis dari Kemendagri hingga Transformasi Posyandu
Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi dari jajaran Kementerian Dalam Negeri dan pengurus TP PKK Provinsi Sumut. Materi mencakup penguatan tata kelola kelembagaan, sinkronisasi program dengan pemerintah daerah, hingga strategi meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah transformasi Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga pusat edukasi dan pemberdayaan keluarga di tingkat desa atau kelurahan.
Asahan Bawa Pulang Bekal untuk Program Prioritas Daerah
Ketua TP PKK Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, menyebut keikutsertaan ini sebagai langkah strategis. “Kami akan mengimplementasikan berbagai materi yang diperoleh ke dalam program kerja di daerah,” katanya.
Penguatan pembinaan kader secara berjenjang menjadi salah satu fokus utama. Hasil Bimtek akan menjadi bekal bagi TP PKK Asahan dalam menyelaraskan program dengan prioritas pembangunan daerah dan kebijakan nasional.
Dengan penerapan SIPANDA dan peningkatan kapasitas kelembagaan, TP PKK Kabupaten Asahan optimistis mampu menghadirkan tata kelola organisasi yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. Langkah ini sekaligus mendukung transformasi pelayanan publik serta peningkatan kesejahteraan keluarga di Asahan secara berkelanjutan.