PEMATANGSIANTAR — Aksi pencurian di kantor media Sinata.id pertama kali diketahui sekitar pukul 07.30 WIB oleh jajaran redaksi yang tiba di lokasi. Mereka mendapati pintu utama dalam kondisi rusak dan gerbang depan sudah terbuka tanpa kunci, memperkuat dugaan bahwa pelaku membobol akses masuk secara paksa.
Barang yang Raib: Dari Televisi hingga Berkas Jurnalistik
Wakil Pimpinan Umum Sinata.id, Ferry Sinamo, mengungkapkan sejumlah barang yang dilaporkan hilang. "Kami sangat berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini. Yang membuat kami prihatin bukan hanya hilangnya barang-barang elektronik, tetapi juga berkas-berkas penting perusahaan. Kami menduga pelaku tidak sekadar mengincar barang berharga, melainkan juga dokumen yang ada di kantor," kata Ferry di halaman kantor Sinata.id.
Barang bukti yang hilang antara lain satu unit televisi Samsung 50 inci, satu monitor Samsung 24 inci, satu unit CPU, dua set keyboard Logitech MK120, dua unit mouse Logitech MK120, dan satu printer Epson L3210. Namun, yang menjadi perhatian serius adalah raibnya sejumlah dokumen liputan yang dinilai vital bagi perusahaan.
Kronologi Penemuan: Pintu Rusak dan Gerbang Terbuka
Staf redaksi Sinata.id, Dina Sipayung, menjadi orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut saat membuka kantor pada Jumat pagi. Ia mendapati pintu utama kantor telah dibongkar secara paksa. Kondisi gerbang depan yang sudah terbuka tanpa menggunakan kunci semakin menguatkan dugaan bahwa pelaku telah merusak akses masuk sebelum menjalankan aksinya.
Setelah melakukan pemeriksaan awal dan memastikan sejumlah aset perusahaan hilang, pihak Sinata.id langsung melaporkan kasus ini secara resmi ke Polsek Siantar Timur. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengidentifikasi pelaku dan motif di balik pencurian tersebut.
Apa Motif di Balik Raibnya Berkas Liputan?
Ferry Sinamo menyoroti bahwa pencurian ini tidak seperti aksi kriminal biasa. Hilangnya berkas-berkas liputan yang merupakan arsip penting perusahaan menjadi tanda tanya besar. "Dokumen tersebut berkaitan dengan aktivitas jurnalistik dan arsip perusahaan. Kami menduga ada motif lain di balik aksi ini," ujarnya.
Pihak Sinata.id berharap Polsek Siantar Timur dapat segera mengungkap kasus ini dan mengembalikan aset serta dokumen yang hilang. Peristiwa ini menjadi alarm bagi insan pers di Sumatera Utara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan kantor dan arsip digital.