LANGKAT — Program Z-Chicken hadir bukan sekadar bagi-bagi bantuan. Penerima manfaat mendapatkan gerobak, peralatan pengolahan, dan pelatihan utuh—mulai dari teknik pemotongan ayam, menjaga kualitas rasa, hingga strategi pemasaran dan penjualan. Tiorita menyebut skema ini sebagai bentuk kemandirian ekonomi bagi masyarakat kurang mampu.
Modal Usaha Lengkap dengan Pelatihan Berkelanjutan
“Saya sangat mengapresiasi Baznas RI dan Baznas Kabupaten Langkat yang membawa program ini ke Langkat. Ini merupakan bentuk kemandirian ekonomi bagi masyarakat kurang mampu dengan memberikan modal usaha, mulai dari peralatan, pengolahan hingga penjualan,” kata Tiorita dalam sambutannya.
Ketua Baznas Kabupaten Langkat, Thantawi Jauhari, menegaskan program ini akan diawasi ketat. “Dana yang digunakan berasal dari infak, zakat, dan sedekah sehingga pertanggungjawabannya sangat besar. Kami akan melakukan evaluasi setiap bulan sebagai bentuk keseriusan dalam menjalankan program ini,” ujarnya.
Dai Mualaf Dilepas ke Kecamatan Sei Bingai
Baznas Langkat juga melepas Dai Mualaf yang akan bertugas di Kecamatan Sei Bingai. Program ini disebut pertama di Sumatera Utara karena tidak hanya memberi bantuan materi, tetapi juga pendampingan ibadah berkelanjutan—pembelajaran salat, mengaji, hingga pendalaman ajaran Islam—yang dibimbing bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat.
Baznas RI: Pemerintah Harus Bebaskan Rakyat dari Kelaparan
Ketua Baznas RI Dr. Ir. Sodik Mudjahid menyebut Langkat menjadi daerah kerja keduanya setelah resmi dilantik. “Kami hadir dengan membawa program perbaikan ekonomi masyarakat. Pemerintah harus membebaskan rakyatnya dari kelaparan dan harus menyejahterakan masyarakatnya,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Baznas RI juga menyerahkan bantuan satu unit genset untuk Masjid Istiqamah Kecamatan Sawit Seberang dan satu unit kursi roda kepada penyandang disabilitas. Sebanyak 10 gerobak Z-Chicken diserahkan secara simbolis dari total 30 penerima program di Langkat.
Harapan Plt. Bupati: Tekan Angka Kemiskinan
Tiorita berharap program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat ini bisa menjadi instrumen penekan angka kemiskinan. “Saya berharap program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang dikelola Baznas dapat terus berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Langkat,” tutupnya.
Kegiatan dihadiri Ketua Baznas Sumatera Utara Prof. Dr. H. Mohammad Hatta, Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, Wakil Ketua DPRD Langkat H. Ajai Ismail, Kepala Kemenag Langkat H. Ainul Aswad, Ketua MUI Langkat H. Zulkifli Ahmad Dian, serta para camat dan kepala OPD se-Langkat.