Pencarian

Pemprov Sumut Targetkan Asahan, Tanjungbalai, dan Labura Bebas Pasung ODGJ, Tim Turun Pekan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 • 18:29:32 WIB
Pemprov Sumut Targetkan Asahan, Tanjungbalai, dan Labura Bebas Pasung ODGJ, Tim Turun Pekan Ini
Tim gabungan Pemprov Sumut bersiap melakukan penjemputan terhadap ODGJ yang dipasung di Kabupaten Asahan, Kota Tanjungbalai, dan Kabupaten Labuhanbatu Utara, pekan ini.

MEDAN — Praktik pemasungan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih menjadi pekerjaan rumah di Sumatera Utara. Pemprov Sumut kini mengerahkan tim khusus untuk menangani kasus tersebut di tiga daerah prioritas: Kabupaten Asahan, Kota Tanjungbalai, dan Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Direktur RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Sumut, Sri Suriani Purnamawati, menyatakan tim akan mulai bergerak pekan ini. “Minggu ini kita coba untuk turun ke daerah mengatasi masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ yang dipasung pihak keluarganya,” ujarnya di Medan, Kamis (16/7/2026).

Alasan Keluarga Masih Memasung ODGJ

Menurut Sri, pemasungan kerap dilakukan keluarga karena alasan keamanan. “Selama ini mereka dipasung supaya tidak mengganggu, tidak meresahkan masyarakat, padahal itu dilarang dan tidak dibenarkan,” tegasnya.

Dari data Dinas Kesehatan Sumut, sebanyak 186 ODGJ di 33 kabupaten/kota telah mendapatkan penanganan. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumut, Hery Valona Bonatua Ambarita, menyebut di Tanjungbalai, dari lima ODGJ terpasung, tiga sudah dibawa ke RS Jiwa dan dua sisanya masih menunggu kesediaan keluarga.

Program Daycare: Jemput Antar Pasien Tanpa Biaya

Setelah dijemput, pasien ODGJ tidak langsung dirawat inap. Mereka akan mengikuti program rehabilitasi psikososial atau daycare di RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem. Program ini berlangsung selama 20 kali kunjungan dengan sistem antar-jemput.

“Pasien pagi diantar dan sore dijemput keluarganya,” kata Sri. Layanan antar-jemput menjadi tantangan tersendiri karena pasien ODGJ tidak bisa menggunakan transportasi umum, sementara ambulans berbayar. Untuk mengatasinya, RSJ bekerja sama dengan Baznas membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) guna mengelola donasi pengadaan kendaraan operasional.

Saat ini baru satu mobil operasional yang tersedia. “Kita terus membuka donasi, mudah-mudahan mobil transportasi ini bisa bertambah,” harap Sri.

Aktivitas Pasien: dari Melukis hingga Beternak Ayam

Selama mengikuti daycare, pasien menjalani berbagai kegiatan produktif. Mulai dari pembinaan kerohanian, pengajian, melukis, hingga pelatihan membuat sabun cuci piring, eco enzyme, dan karbol. Hasil karya mereka dipamerkan di stan RSJ pada Pekan Raya Sumatera Utara ke-50.

Tidak hanya itu, pasien juga diajari menanam sayuran seperti kangkung dan pakcoy, serta budidaya magot dari limbah organik instalasi gizi RSJ. “Kami buat magot dan beternak ayam petelur yang satu kandang 15 ekor,” ujar Sri.

Stigma ODGJ Tidak Bisa Apa-Apa: Itu Mitos

Sri menekankan bahwa gangguan jiwa tidak mengurangi kecerdasan seseorang. “Stigma kita selama ini bahwa orang dengan gangguan jiwa itu tidak bisa melakukan apa-apa, itu tidak benar. Sifat agresif dan halusinasinya bisa ditekan dengan obat-obatan sehingga mereka tetap bisa beraktivitas kembali,” jelasnya.

Deteksi Dini Kesehatan Mental Anak Sekolah Jalan Berbarengan

Selain program bebas pasung, RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem juga akan menjalankan program deteksi dini kesehatan mental bagi anak sekolah. Langkah ini untuk menemukan lebih awal Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK), termasuk anak dan remaja yang mengalami tekanan akibat beban tugas sekolah.

“Kalau ada anak dan remaja yang mengalami masalah kejiwaan bisa datang ke RSJ untuk mendapatkan layanan kesehatan langsung dengan dokter psikiatri khusus untuk anak dan remaja,” kata Sri.

Program bebas pasung dan layanan kesehatan jiwa ini masuk dalam skema Universal Health Coverage (UHC), Program Berobat Gratis (PROBIS), dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut. Artinya, masyarakat bisa mengakses layanan tanpa biaya.

Bagikan
Sumber: informasiterpercaya.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks