JAKARTA — Pergerakan IHSG disebut masih berada dalam fase wave (c) dari wave [iv] dengan pola triangle. Tim Analis MNC Sekuritas menilai ruang penguatan jangka pendek masih terbuka. Level support dipatok di 5.839 dan 5.607, sementara resistance berada di 6.286 dan 6.599.
Rekomendasi Saham Hari Ini: ADMR hingga BRMS
Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) direkomendasikan buy on weakness setelah menguat 3,45 persen ke level 1.500. Analis menilai ADMR berada di awal wave [c] dari wave B. Target harga dipasang di 1.595 dan 1.670, dengan stop loss di bawah 1.385.
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mendapat rekomendasi trading buy. Emiten pelat merah ini ditutup menguat 0,69 persen ke level 2.920 dan bertahan di atas MA20. Selama harga masih di atas 2.740, tren penguatan diprediksi berlanjut menuju target 3.040 dan 3.190, dengan stop loss di bawah 2.740.
Untuk saham PT Astra International Tbk (ASII), rekomendasi buy on weakness diberikan di rentang 4.490–4.680. Saham yang naik 0,83 persen ke level 4.850 ini masih dalam fase konsolidasi sebelum melanjutkan tren naik. Target harga dipasang di 5.000 dan 5.250, dengan stop loss di bawah 4.350.
BRMS Catat Kenaikan Tertinggi, Peluang Naik Masih Terbuka
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat kenaikan paling tajam, yakni 4,95 persen ke level 530. Meski penguatan masih tertahan MA20, MNC Sekuritas memperkirakan BRMS memasuki awal wave (C). Rekomendasi buy on weakness diberikan di rentang 496–520, dengan target harga 590 dan 665 serta stop loss di bawah 472.
S&P Pertahankan Peringkat Utang Indonesia, Sentimen Positif Menguat
Penguatan IHSG pada awal pekan juga didorong keputusan S&P Global Ratings. Lembaga pemeringkat tersebut mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek stabil. S&P menilai pelemahan indikator fiskal dan eksternal Indonesia hanya bersifat sementara.
S&P memperkirakan kondisi akan membaik seiring meningkatnya harga komoditas, pemulihan penerimaan negara, serta upaya pemerintah memperkuat pendapatan dari sektor sumber daya alam. Pemerintah dinilai tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal dengan batas defisit APBN maksimal 3 persen terhadap PDB.
Meski demikian, S&P mengingatkan sejumlah tantangan masih membayangi perekonomian. Tantangan tersebut meliputi tingginya harga energi, suku bunga global yang masih tinggi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta meningkatnya ketidakpastian kebijakan. Tekanan ini diperkirakan akan mereda seiring membaiknya kondisi ekonomi dan pasar komoditas global.
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.