TAPANULI TENGAH — Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 meninggalkan kerusakan parah pada infrastruktur air bersih. Di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, PMI melalui program WASH (Water, Sanitation and Hygiene) langsung bergerak memenuhi kebutuhan dasar warga.
Personel PMI Kabupaten Deli Serdang menjadi bagian dari tim yang diturunkan. Mereka mendapat pelatihan khusus untuk menangani distribusi dan produksi air bersih di lokasi terdampak.
15 Mobil Tangki dan Camp WASH Jadi Andalan Awal
Pada tahap darurat, PMI Sumatera Utara mengoperasikan 15 unit mobil tangki air. Sumber air diambil dari pegunungan dan didistribusikan ke warga di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.
Memasuki pertengahan Januari 2026, strategi berubah. PMI mendirikan Camp WASH yang berfungsi sebagai pusat produksi air bersih. Air sungai diolah di lokasi itu hingga layak pakai untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Pipa 1.700 Meter Ditanam ke Permukiman
Fase pemulihan difokuskan pada pembangunan infrastruktur permanen. Dengan dukungan pendanaan IFRC, PMI menjalankan program pipanisasi yang mengalirkan air dari sumber mata air di perbukitan langsung ke rumah warga.
Pekerjaan mencakup pembangunan bendungan kecil, bak distribusi air, dan pemasangan jaringan pipa HDPE. Personel PMI Deli Serdang terlibat sejak awal hingga proses pembangunan sistem perpipaan.
Program ini berjalan di dua titik. Pertama, Lingkungan X Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kedua, Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Gotong Royong Warga Percepat Pemasangan Pipa
Pembangunan sistem pipanisasi di Tapanuli Tengah dimulai awal Juni 2026 dan rampung pada awal Juli 2026. Di lokasi itu, tim berhasil membangun bendungan, bak distribusi air, serta memasang pipa HDPE sepanjang sekitar 300 meter.
Saat ini, Tim WASH PMI masih melanjutkan pemasangan pipa HDPE sepanjang 1.400 meter di lokasi lainnya. Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara bergotong royong bersama masyarakat setempat agar target waktu penyelesaian tercapai.
Melalui program ini, PMI berharap fasilitas air bersih dan air minum yang dibangun tidak hanya menyelesaikan masalah darurat, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi warga terdampak bencana. Keberadaan jaringan pipa diharapkan mendukung percepatan pemulihan kehidupan warga di kedua kabupaten tersebut.