MEDAN — Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, menekankan pentingnya Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 sebagai momentum strategis bagi pelaku UMKM. Ia berharap ajang tahunan itu tidak hanya memberikan keuntungan jangka pendek, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi produk lokal ke pasar yang lebih luas.
75 Persen Stan Diisi UMKM Asli Sumut, Produk Impor Dikunci
Komisaris Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Effendi Pohan, mengungkapkan bahwa sebanyak 75 persen stan yang berpartisipasi dalam PRSU tahun ini merupakan UMKM asli Sumatera Utara. Pihaknya menerapkan kurasi ketat untuk memastikan tidak ada barang impor atau produk ilegal yang beredar di arena pameran.
"Ini adalah panggung karya asli lokal," tegas Effendi dalam temu pers, Sabtu (4/7/2026).
Bukan Sekadar Jualan: UMKM Dapat Uji Pasar dan Perluas Jaringan
Sutarto, yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, menjelaskan bahwa produk UMKM yang akan dipamerkan meliputi komoditas kopi, olahan hasil pertanian, aneka kerajinan tangan (kriya), hingga kuliner lokal khas daerah. Ia menyebut setiap kabupaten dan kota memiliki produk unggulan sesuai karakteristik masing-masing.
"Para pengusaha UMKM tidak hanya mendapatkan penghasilan tambahan yang signifikan, tetapi juga berkesempatan memperluas jaringan, memperkenalkan produk, serta mendapatkan masukan langsung dari konsumen," ujar Sutarto.
PRSU Jadi Ruang Temu Investor dan Pelaku Usaha Lokal
Effendi Pohan menambahkan, PRSU dirancang sebagai ruang temu (deal room) antara investor dan pelaku UMKM. Langkah ini diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi Sumatera Utara dibanding sekadar pameran dagang biasa.
Menurut Sutarto, potensi itu akan semakin optimal jika setiap anjungan atau etalase daerah juga turut mempromosikan destinasi wisata unggulan. Ia menilai penggabungan pameran budaya, kuliner, dan hiburan massal dalam satu wadah sangat efektif menggenjot sektor pariwisata.
Target: Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan dan Genjot Ekonomi Daerah
Dengan menghadirkan atraksi yang menarik, Sutarto optimistis PRSU dapat menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Dampak langsungnya, lama tinggal wisatawan di Sumatera Utara bisa bertambah dan perputaran ekonomi daerah meningkat.
"Sehingga seluruh sektor UMKM terdampak dan mendapatkan peningkatan penghasilan yang signifikan," pungkasnya.