MEDAN — Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, warga Dolok Sipiongot dan sekitarnya di Sumatera Utara akhirnya menyaksikan pembangunan jalan secara menyeluruh di kampung halaman mereka. Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa proyek ini adalah kewajiban pemerintah, bukan sekadar janji politik musiman.
“Ini merupakan kewajiban kami sebagai pemerintah. Kami sepakat hari ini dari Pemerintah Provinsi bersama-sama dengan DPRD, kalau mau membangun suatu daerah jangan sepenggal-sepenggal,” ujar Bobby saat menghadiri pengajian dan silaturahmi IKDS di Jalan Menteng Indah, Medan Denai.
Kisah Gubernur Menangis Saat Tinjau Jalan Rusak di Sipiongot
Dalam kesempatan itu, Bobby membagikan pengalaman emosionalnya saat pertama kali meninjau langsung kondisi jalan di Sipiongot. Perjalanan menuju sebuah desa terpencil harus ditempuh hingga pukul dua dini hari melewati jalan rusak di tengah hutan.
Setibanya di lokasi, ia disambut hangat warga lanjut usia yang masih terjaga sambil menabuh rebana sebagai bentuk penghormatan. “Melihat kondisi masyarakat secara langsung di lapangan saat itu membuat saya meneteskan air mata. Sejak itu saya bertekad, selama masa jabatan saya, janji pembangunan ini harus ditepati karena dampaknya akan dirasakan selamanya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Anggaran Infrastruktur Jalan Melonjak Tiga Kali Lipat
Untuk mempercepat realisasi proyek, Pemerintah Provinsi Sumut menaikkan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) secara signifikan. Jika pada tahun sebelumnya anggaran untuk sektor jalan dan sungai sekitar Rp500 miliar, maka pada tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp1,9 triliun khusus untuk pembangunan jalan.
Bobby menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh dilakukan sepenggal-sepenggal. “Kebutuhannya minimal 40% dari total kerusakan jalan harus diselesaikan secara tuntas dalam satu anggaran, dan harus ada jalur alternatif pengerjaan agar kualitasnya terjaga,” jelasnya.
Dari 2 Kilometer Kini Tiga Ruas Jalan Utama Dibangun
Penasihat IKDS Ihwan Ritonga mengungkapkan bahwa selama 81 tahun Indonesia merdeka, wilayah Dolok Sipiongot belum pernah menikmati pembangunan infrastruktur secara total. “Dulu anggaran hanya masuk untuk 2 kilometer, tapi sekarang tiga ruas jalan utama di wilayah Dolok, Sipiongot, hingga Huta Baru sedang berproses dibangun,” ujarnya.
Dalam acara yang dihadiri para tokoh adat, pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Dolok Sipiongot KH Abdul Effendi, serta ratusan warga, Bobby Nasution juga menerima prosesi adat upah-upah sebagai bentuk penghormatan dan doa keselamatan.
Harapan Warga: 17 Desa Lain di Perbatasan Juga Tersentuh
Para kepala desa yang datang langsung dari Sipiongot ke Kota Medan menitipkan harapan agar pembangunan jalan dapat dilanjutkan hingga menjangkau 17 desa lainnya di kawasan perbatasan. Wilayah yang dimaksud termasuk daerah yang berbatasan dengan Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Rantauprapat, dan Tapanuli Selatan.
Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen untuk melanjutkan proyek infrastruktur secara bertahap, memastikan bahwa daerah-daerah terpencil yang selama puluhan tahun terisolasi kini mulai mendapatkan akses jalan yang layak.