Pencarian

3 Strategi Pemkab Karo Dorong Pertanian Digital dan Teknologi, Targetkan Pasar Ekspor Hortikultura Sumut

Kamis, 25 Juni 2026 • 23:08:56 WIB
3 Strategi Pemkab Karo Dorong Pertanian Digital dan Teknologi, Targetkan Pasar Ekspor Hortikultura Sumut
Bupati Karo Antonius Ginting membuka peringatan Hari Krida Pertanian 2026 dengan menekankan digitalisasi pertanian.

KARO — Sekitar 80 persen masyarakat Kabupaten Karo menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Angka itu menjadikan komoditas hortikultura bukan sekadar mata pencaharian, melainkan fondasi ekonomi warga. Namun, Bupati Karo Antonius Ginting menilai fondasi itu perlu diperkuat dengan pendekatan baru agar mampu bersaing di pasar nasional dan ekspor.

“Sebanyak 80 persen masyarakat Karo hidup dari pertanian dan sekitar 70 persen kebutuhan hortikultura Sumatera Utara disuplai dari Kabupaten Karo. Karena itu sektor ini harus terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Antonius usai membuka peringatan Hari Krida Pertanian 2026 di Kabupaten Karo, Kamis (25/6/2026).

Mengapa Petani Harus Kuasai Pasar, Bukan Sekadar Produksi?

Strategi pertama yang dicanangkan Pemkab Karo adalah mendorong petani agar tidak hanya fokus pada hasil panen, tetapi juga memahami dinamika pasar. Antonius menekankan bahwa penguasaan rantai distribusi menjadi kunci stabilitas harga komoditas. Selama ini, fluktuasi harga sering kali merugikan petani karena mereka menjual saat harga sedang rendah.

“Kalau kualitas SDM biasa-biasa saja, maka produk yang dihasilkan juga akan biasa-biasa saja. Kita tidak bisa menembus pasar yang lebih luas, apalagi pasar ekspor, jika kualitas produk tidak terus ditingkatkan,” tegasnya.

Teknologi Pascapanen: Solusi Menahan Panen Raya Tanpa Rugi

Strategi kedua berkaitan dengan penerapan teknologi secara menyeluruh—dari budidaya hingga pascapanen dan hilirisasi. Pemkab Karo mendorong petani menggunakan teknologi penyimpanan agar hasil panen bisa bertahan tiga hingga empat bulan tanpa mengurangi kualitas. Dengan begitu, petani tidak terpaksa menjual saat harga anjlok akibat melimpahnya pasokan.

“Teknologi pascapanen sangat penting. Saat panen raya, hasil pertanian bisa disimpan tiga hingga empat bulan dengan kualitas yang tetap baik. Ini menjadi salah satu solusi untuk menjaga nilai jual produk petani,” kata Antonius yang turut didampingi Wakil Bupati Komando Tarigan dan Kadis Pertanian Karo Michael Purba.

Akses Permodalan dan SDM Jadi Penentu Daya Saing

Strategi ketiga menyasar penguatan akses permodalan. Pemkab Karo membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat untuk membuka pembiayaan yang lebih luas bagi petani. Tanpa modal yang cukup, petani sulit mengadopsi teknologi baru atau memperluas lahan.

Antonius optimistis kombinasi modernisasi, digitalisasi, penguatan permodalan, dan peningkatan kualitas SDM akan membuka peluang pasar baru. “Langkah-langkah ini sudah mulai kita jalankan. Harapannya dapat membuka market-market baru yang dikuasai petani Karo, sehingga kesejahteraan mereka juga semakin meningkat,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks