MEDAN — Dukungan itu disampaikan langsung oleh Bobby Nasution yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Sumut saat menerima audiensi pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Rabu (24/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia memberikan apresiasi terhadap pendekatan baru yang diusung oleh Kwarda Sumut.
Bobby menilai inovasi Kwarda Sumut yang memadukan nilai-nilai dasar kepramukaan dengan perkembangan teknologi merupakan langkah strategis. Hal ini dinilai penting agar kegiatan Pramuka tetap relevan bagi generasi muda tanpa meninggalkan prinsip-prinsip inti gerakan tersebut.
Menggugah Minit Generasi Muda yang Semakin Surut
Menurut Bobby, minat generasi muda terhadap Gerakan Pramuka belakangan ini cenderung menurun. Banyak yang menganggap Pramuka hanya cocok bagi mereka yang ingin bergabung dengan pecinta alam atau berkuliah di Fakultas Kehutanan.
"Kita melihat kegiatan Pramuka yang dilakukan Kwarda Sumut mampu menggabungkan teknologi dengan prinsip-prinsip dasar Pramuka. Ini penting agar anak-anak tetap hidup dengan nilai-nilai kepramukaan, namun tidak merasa kembali ke masa lalu," ujarnya.
Ia menekankan bahwa keterampilan yang diajarkan dalam Pramuka, seperti kemampuan bertahan hidup, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial, memberikan manfaat besar dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja. Jambore ini diharapkan menjadi momentum pembentukan generasi muda yang berintegritas, terampil, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
Biaya Ringan dan Zona Kegiatan Modern
Bobby juga mengapresiasi pelaksanaan jambore yang tidak membebani peserta dengan pungutan biaya tambahan. Ia menilai konsep tersebut berpotensi menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia. Selain itu, Kwarda Sumut menggandeng berbagai instansi, termasuk yang bergerak di bidang pencegahan penyalahgunaan narkoba, untuk memberikan edukasi melalui aktivitas praktik langsung, bukan sekadar teori.
Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumut, Dikky Anugerah Panjaitan, menyebutkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Sekitar 5.575 peserta dan pengunjung akan terlibat dalam euforia jambore yang dikemas secara modern melalui enam zona utama.
Keenam zona tersebut meliputi Zona Integritas, Zona Teknologi, Zona Outdoor Activity, Zona Keterampilan, Zona Permainan, dan Zona Penanggulangan Bencana. Materi yang diberikan dirancang untuk membekali peserta menghadapi tantangan masa depan, mencakup penguatan karakter, ketahanan pangan, keterampilan hidup, serta pemanfaatan teknologi.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Sekitar
Dikky menambahkan, Jambore Daerah XI tidak hanya menjadi ajang pertemuan anggota Pramuka, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan di kawasan wisata perkemahan Sibolangit. Kegiatan ini akan diikuti oleh Pramuka Penggalang berusia 11 hingga 15 tahun dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Ia berharap Kamabida Sumatera Utara dapat hadir bersama para peserta dalam kegiatan api unggun dan rangkaian acara jambore lainnya. Pihaknya juga memastikan fasilitas dan keamanan selama kegiatan berlangsung akan dijaga ketat agar seluruh peserta dapat mengikuti jambore dengan nyaman dan aman.