Pencarian

Pengguna Tesla China Akali Autopilot dengan Boneka Ronaldo-Messi, Sistem Pemantau Pengemudi Terkecoh

Jumat, 19 Juni 2026 • 00:19:01 WIB
Pengguna Tesla China Akali Autopilot dengan Boneka Ronaldo-Messi, Sistem Pemantau Pengemudi Terkecoh
Pengguna Tesla di China menggunakan boneka figur publik untuk mengecoh sistem pemantau pengemudi Autopilot.

SUMATERA UTARA — Praktik ini terungkap setelah ramai di media sosial China. Dilansir dari Carscoops dan Digital Trends, para pemilik Tesla memasang miniatur kepala figur publik—mulai dari Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, hingga Dwayne "The Rock" Johnson—tepat di depan kamera interior mobil.

Kamera kecil yang terletak di atas spion tengah itu bertugas memantau mata dan gerakan kepala pengemudi. Jika sistem mendeteksi pengemudi lengah, bermain ponsel, atau mengantuk saat Autopilot aktif, alarm peringatan akan berbunyi. Namun, trik boneka ini berhasil mengelabui kecerdasan buatan (AI) Tesla.

Boneka Plastik dan Layar Monitor Mini Jadi Alat Akal-akalan

Alih-alih dipakai di kepala, boneka tersebut ditempelkan ke kaca depan menggunakan suction cup, tepat di depan kamera. Karena posisi kamera yang agak tinggi dan menyorot ke bawah, sistem AI membaca objek statis dengan detail wajah itu sebagai manusia asli yang tengah fokus berkendara.

Seorang pemilik Tesla Model 3 mengaku kepada Wired bahwa ia menjajal trik ini dalam perjalanan jauh. Hasilnya, mobil melaju mulus selama 30 menit tanpa peringatan sama sekali, sementara pengemudi sibuk melakukan aktivitas lain. Temuan ini jelas mengkhawatirkan karena mengalahkan tujuan utama DMS: mencegah kecelakaan akibat pengemudi lalai.

Akal-akalan tak berhenti di boneka plastik. Setelah Tesla merilis pembaruan FSD (Supervised) yang diklaim lebih ketat, beberapa pemilik beralih ke metode lebih canggih. Mereka memasang layar monitor mini di depan kamera, yang memutar video pendek wajah manusia asli sedang berkedip dan menengok secara natural.

Autopilot Bukan Sistem Mengemudi Otonom Penuh

Penting dicatat, Autopilot dan FSD Tesla tetap membutuhkan pengawasan penuh pengemudi. Kedua fitur ini adalah sistem bantuan pengemudi (driver-assist), bukan kendaraan otonom level 5. Celah yang diekspos para pengguna China ini membuktikan bahwa teknologi AI untuk pemantauan pengemudi masih belum sempurna.

Insiden ini menjadi pengingat bagi semua pabrikan mobil yang mengandalkan kamera interior sebagai andalan keselamatan. Sistem DMS yang hanya mengandalkan deteksi wajah statis jelas rentan. Ke depannya, sensor tambahan seperti pelacak mata infra merah atau sensor kemudi mungkin diperlukan untuk menutup celah seperti ini.

Belum ada pernyataan resmi dari Tesla Indonesia atau Tesla global terkait celah keamanan ini. Namun, pemilik Tesla di Indonesia patut waspada. Mengakali sistem keselamatan bukan hanya ilegal, tetapi juga membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks