MEDAN — Distribusi hewan kurban dilakukan secara bertahap dengan menggandeng pemerintah setempat, pengurus masjid, dan tokoh masyarakat. Pendekatan ini, menurut manajemen perusahaan, memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau penerima manfaat yang membutuhkan. Saharuddin, imam masjid di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, mengapresiasi konsistensi program tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Musim Mas terhadap masyarakat sekitar, khususnya melalui kegiatan bantuan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya hadir sebagai bagian dari lingkungan sekitar, tetapi juga ikut berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan dengan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Pak Udin itu.
Bukan Sekadar Corporate Social Responsibility
Bagi perusahaan agribisnis seperti Musim Mas, keberadaan pabrik dan perkebunan kerap menimbulkan dinamika sosial dengan warga sekitar. Program kurban tahunan ini menjadi salah satu instrumen membangun kepercayaan yang tidak bisa dibangun dalam semalam. Sejak 2022, pola distribusi terus diperbaiki dengan melibatkan tokoh lokal sebagai ujung tombak.
Yuandy menyampaikan, “Iduladha bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga tentang mempererat hubungan antarsesama. Melalui kegiatan sosial ini, Musim Mas ingin mewujudkan komitmennya sebagai perusahaan yang bukan hanya hadir sebagai pelaku usaha, tetapi menjadi bagian dari masyarakat.” Ia menambahkan, perusahaan berharap bantuan itu membawa manfaat dan kebahagiaan bagi warga pada momen Iduladha.
Mengapa Kemitraan dengan Pemerintah Lokal Penting?
Koordinasi dengan pemerintah kelurahan dan pengurus masjid bukan sekadar formalitas. Di beberapa wilayah operasional, data penerima manfaat diverifikasi bersama untuk menghindari tumpang tindih bantuan. Langkah ini juga memudahkan distribusi di daerah terpencil yang aksesnya terbatas saat hari raya.
Di Medan Labuhan, misalnya, penyaluran hewan kurban melibatkan RT/RW setempat untuk memastikan daging sampai ke warga prasejahtera. Pola serupa diterapkan di unit operasional Musim Mas di provinsi lain. Perusahaan menyebut pendekatan partisipatif ini yang membedakan program mereka dari sekadar seremonial tahunan.
Apa Dampak Program Kurban Bagi Hubungan Perusahaan dan Masyarakat?
Dalam jangka panjang, kegiatan sosial semacam ini menciptakan ruang dialog informal antara manajemen dan warga. Ketika ada persoalan operasional—seperti lalu lintas truksawit atau pengelolaan limbah—hubungan yang sudah terbangun lewat kegiatan keagamaan memudahkan mediasi. Tokoh masyarakat yang menjadi mitra distribusi kurban kerap menjadi jembatan komunikasi.
Pak Udin mencontohkan, keterlibatan langsung pengurus masjid dalam penyaluran bantuan membuat warga merasa dihargai. “Kami tidak hanya menerima, tapi juga dilibatkan. Itu yang membuat hubungan ini terasa setara,” katanya. Program ini, lanjutnya, juga meredam potensi gesekan karena perusahaan menunjukkan itikad baik secara konsisten.
FAQ: Seputar Program Kurban Perusahaan di Indonesia
Apakah program kurban perusahaan wajib dilaporkan ke pemerintah?
Tidak ada kewajiban khusus, namun banyak perusahaan melaporkan kegiatan sosial ke dinas sosial setempat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Koordinasi dengan pemerintah daerah juga membantu kelancaran distribusi.
Bagaimana cara memastikan hewan kurban perusahaan memenuhi syariat?
Perusahaan biasanya bekerja sama dengan masjid setempat atau lembaga penyembelihan hewan kurban yang kredibel. Hewan diperiksa kesehatannya dan disembelih sesuai tuntunan agama di hari raya.