MEDAN — Lonjakan permintaan pangan menjelang Idul Adha direspons Bulog Cabang Medan dengan memperkuat distribusi komoditas pokok. Setiap pekan, sebanyak 500 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan 150 ribu liter Minyakita dikirim ke pasar SP2KP, pasar tradisional, serta toko-toko pengecer di wilayah Medan dan sekitarnya.
Kepala Bulog Cabang Medan Lutfillah Barus menyatakan langkah ini untuk memastikan pedagang pengecer memiliki stok cukup. “Masyarakat tetap dapat memperoleh beras dan Minyakita dengan harga yang terjangkau, khususnya menjelang Idul Adha,” ujarnya di Medan, Senin.
Mengapa Pasar SP2KP Jadi Titik Kunci Distribusi?
Pasar SP2KP tidak sekadar lokasi penjualan. Menurut Lutfillah, tempat ini berperan sebagai pos pemantau ketersediaan dan harga kebutuhan pokok. Dengan menjadikannya pusat distribusi, pemerintah bisa mengontrol pergerakan harga secara langsung sekaligus memastikan pasokan mengalir ke tangan pedagang kecil.
Hingga 25 Mei 2026, Bulog Cabang Medan mencatat stok beras mencapai 23.000 ton dan Minyakita 300 ribu liter. Pasokan ini disebut akan terus bertambah dari produsen di Sumatera Utara. Angka itu menjadi bantalan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat saat hari raya kurban.
Bantuan Pangan Jadi Stimulus Ganda: Kendalikan Harga dan Jaga Daya Beli
Di sisi lain, Bulog juga mempercepat penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) untuk periode Februari-Maret 2026. Hingga 25 Mei, sebanyak 147.390 paket telah disalurkan kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP). Totalnya setara dengan 2.497.800 kilogram beras dan 589.560 liter minyak goreng.
Program ini memiliki efek domino. “Sebagian kebutuhan konsumsi masyarakat terpenuhi melalui bantuan, sehingga tekanan permintaan terhadap beras dan minyak goreng di pasar bisa lebih terkendali,” jelas Lutfillah. Artinya, bansos tidak hanya membantu penerima, tetapi juga menstabilkan harga di pasar umum.
Pasar Murah dan Koordinasi Daerah Jadi Penopang Distribusi
Selain distribusi rutin, Bulog Cabang Medan mendukung pelaksanaan pasar murah Idul Adha di seluruh kabupaten/kota dalam wilayah kerjanya. Kegiatan ini menjadi sarana tambahan untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen akhir.
Lutfillah menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, dan mitra pengecer. “Kami akan terus memastikan distribusi berjalan baik, siap menjaga ketersediaan Beras SPHP dan Minyakita sekaligus mendukung stabilisasi harga pangan di Wilayah Cabang Medan menjelang Idul Adha,” katanya.