MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak akan membangun rumah sakit bertaraf internasional itu dari nol. Skema KSO dipilih karena dinilai lebih efisien dan mampu meminimalkan risiko pengelolaan sumber daya manusia serta manajemen operasional.
Skema KSO Melibatkan Tiga Pihak Utama
Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy menjelaskan, proyek ini merupakan kolaborasi antara PT Dirga Surya, PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), RS Haji Medan, RS Mitra (RS An-Nisa), dan PT Bank Sumut.
Dalam skema operasional, PT Dirga Surya bertugas menyediakan aset. RS Mitra akan mengelola layanan operasional sesuai standar profesional. Sedangkan RS Haji Medan memastikan mutu layanan, tata kelola, dan keberlanjutan rumah sakit.
Kapasitas 250 Tempat Tidur, Enam Lantai di Pusat Kota
Rumah sakit direncanakan setinggi enam lantai dengan kapasitas 250 tempat tidur. Lokasinya berada di pusat Kota Medan dan berdekatan dengan dua rumah sakit bertaraf internasional lain yang belum melayani pasien BPJS Kesehatan.
Bobby Nasution menginginkan fasilitas kesehatan ini menghadirkan pelayanan yang nyaman dan modern, setara hotel berbintang lima. Ia menekankan pentingnya kesiapan alat kesehatan, sumber daya manusia, hingga kualitas pelayanan maksimal bagi masyarakat.
Target: Pasien BPJS Tetap Bisa Berobat ke RS Internasional
“Rumah sakit bertaraf internasional ini untuk pasien BPJS Kesehatan. Tujuannya mewujudkan layanan kesehatan terpadu, bermutu tinggi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan daerah,” ujar Faisal dalam pertemuan di ruang kerja Gubernur Sumut, Senin (18/5/2026).
Faisal menambahkan, sistem KSO membuat mitigasi risiko SDM dan manajemen lebih baik. Operasional lebih cepat, aset tetap dimiliki pemerintah, dan kualitas layanan tetap terjaga.
Mengapa Skema KSO Dipilih?
Menurut Faisal, pola kerja sama ini dipilih karena dinilai lebih efektif dan efisien. “Dengan sistem KSO, Pemprov Sumut tidak perlu membangun kapasitas operasional rumah sakit dari nol,” katanya.
Selain itu, skema KSO dinilai fleksibel secara administratif. Pemerintah daerah tetap memiliki aset, sementara risiko pengelolaan harian ditangani mitra swasta yang berpengalaman.
Pertemuan Libatkan BUMD dan Direksi RS Haji Medan
Pembahasan rencana ini berlangsung di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan. Turut hadir Kepala Biro Perekonomian Setda Provsu Poppy Marulita Hutagalung, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Plh Bapperida Sumut Effendi Pohan, serta Direktur Utama Rumah Sakit Haji Medan Yulinda Elvi Nasution.
Hadir pula Wakil Direktur Rumah Sakit Haji Medan Ridesman Nasution, Komisaris Utama PT Bank Sumut Firsal Ferial Mutyara, Direktur Utama PT Dirga Surya Ari Wibowo, dan Direktur Utama PPSU Ferry Indra.
Bobby Nasution memastikan akan terus mendorong percepatan realisasi proyek ini. Rumah sakit bertaraf internasional diharapkan menjadi solusi layanan kesehatan unggulan yang tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Sumatera Utara.