TAPANULI UTARA — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memberikan apresiasi tinggi kepada LPK Mori Centre SO yang dinilai menjadi pintu gerbang bagi generasi muda daerah untuk menembus pasar kerja internasional. Peresmian lembaga tersebut digelar di Siborong-borong, Senin (11/5), dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara serta jajaran Forkopimda setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pendirian lembaga ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting bagi kemajuan ketenagakerjaan di Tapanuli Utara. “Kehadiran LPK Mori Centre SO membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk berkarier di dunia internasional, khususnya di Jepang yang dikenal dengan budaya kerja disiplin, jujur, dan profesional,” ujarnya.
Jadwal Pemberangkatan dan Jumlah Peserta
LPK Mori Centre SO menargetkan pemberangkatan sebanyak 44 peserta kerja ke Jepang dalam dua gelombang hingga pertengahan 2026. Gelombang pertama sebanyak 14 peserta dijadwalkan berangkat pada Mei 2026 setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan persiapan administrasi.
Gelombang kedua akan menyusul pada Juni 2026 dengan jumlah peserta lebih besar, yakni 30 orang. Seluruh peserta telah menjalani pelatihan keterampilan, penguasaan bahasa, dan pembentukan disiplin kerja berstandar internasional di LPK Mori Centre SO.
Pesan untuk Para Calon Pekerja Migran
Wakil Bupati berpesan kepada seluruh peserta yang akan berangkat agar menjaga nama baik Indonesia, khususnya Kabupaten Tapanuli Utara, selama menjalani program magang maupun pekerjaan di luar negeri. “Tunjukkan sikap disiplin, jujur, rajin, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Pemerintah daerah menyambut baik program-program yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) ini. Menurut Wakil Bupati, lembaga pelatihan kerja yang profesional, legal, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja internasional memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.
Kegiatan peresmian tersebut turut dihadiri Kepala BP3MI Sumatera Utara, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, pimpinan perguruan tinggi, mitra kerja, serta para orang tua peserta didik.