Antoine Griezmann resmi meninggalkan Atletico Madrid demi bergabung dengan klub Major League Soccer, Orlando City, pada penghujung musim ini. Kegagalan menyakitkan di Liga Champions kontra Arsenal menjadi titik balik krusial yang memperkuat spekulasi berakhirnya rezim panjang Diego Simeone. Kepergian sang penyerang menandai runtuhnya pilar terakhir kejayaan Los Rojiblancos di panggung sepak bola Eropa.
Kepindahan Antoine Griezmann ke Orlando City kini memasuki babak akhir. Penyerang asal Prancis tersebut telah menyepakati kontrak di Amerika Serikat dan segera menanggalkan seragam Atletico Madrid setelah musim 2023/2024 usai. Keputusan ini menyudahi pengabdian satu dekade sang bintang bagi Los Rojiblancos.
Kekalahan dari Arsenal di perempat final Liga Champions menutup lembaran karier Eropa Griezmann bersama Atletico. Meski manajemen dan Diego Simeone sempat menahan kepergiannya, ambisi menutup musim dengan trofi besar justru hancur dalam 17 hari yang getir. Upaya mempertahankan sang ikon hingga akhir kompetisi gagal membuahkan perpisahan manis.
Kegagalan "Last Dance" dan Beban Sejarah El Pupas
Griezmann nyaris hengkang lebih awal pada Maret lalu. Namun, desakan Simeone dan CEO klub membuatnya bertahan demi menuntaskan 14 laga sisa yang krusial. "Saya mencintaimu, tapi jika kamu tidak berlari, saya akan menarikmu keluar," tegas Simeone dalam konferensi pers emosional yang menggambarkan kedekatan personal keduanya.
Sayangnya, misi menebus dosa sejarah atas kegagalan final 1974, 2014, dan 2016 gagal total. Atletico tersingkir di London, takluk di final Copa del Rey dari Real Sociedad, dan gagal melangkah ke Budapest. Pencetak gol terbanyak sepanjang masa itu kini pergi hanya dengan koleksi satu Liga Europa, satu Piala Super UEFA, dan satu Supercopa de Espana.
Eksodus Veteran dan Tekanan untuk Simeone
Eksodus Griezmann memicu tanya besar soal masa depan pilar veteran lainnya. Saat ini, Koke telah menginjak usia 34 tahun dan Jan Oblak memasuki umur 33 tahun. Bersama Simeone, mereka adalah sisa-sisa kejayaan skuad 2017 yang masih bertahan di Metropolitano.
Posisi Diego Simeone pun kini berada di bawah mikroskop tajam. Pelatih dengan gaji tertinggi di Spanyol ini menghadapi tekanan hebat setelah investasi sebesar €229 juta musim ini gagal membuahkan hasil instan. Narasi "underdog" yang selama ini diagungkan mulai sulit diterima penggemar di tengah belanja pemain yang masif.
Transisi Alami Kebuntuan
Atletico sebenarnya mulai meremajakan skuad melalui nama-nama seperti Julian Alvarez, Alex Baena, dan Johnny Cardoso. Namun, ketergantungan akut pada Griezmann dan Koke membuktikan bahwa proses transisi belum berjalan mulus. Alvarez, yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi, bahkan mulai dikaitkan dengan rumor kepindahan ke PSG atau Barcelona.
"Tim ini diisi banyak pemain muda yang akan bertarung untuk hal-hal besar di masa depan," ujar Koke diplomatis. Namun, tanpa kehadiran Griezmann sebagai pemimpin di lapangan, Simeone memikul beban berat. Ia harus membuktikan bahwa proyek jangka panjangnya di Atletico Madrid belum mencapai titik jenuh.