SUMATERA UTARA — Microsoft menuntaskan enam bulan kampanye perbaikan Windows 11 dengan sejumlah hasil nyata di performa, pencarian, dan antarmuka. Optimalisasi RAM 8GB, boot lebih cepat, hingga opsi mematikan hasil web di menu Start jadi bukti perbaikan berjalan. Namun masalah bug yang terus muncul dan permintaan akun Microsoft saat instalasi masih jadi catatan besar.
Evaluasi paruh perjalanan program perbaikan Windows 11 menunjukkan kemajuan di sisi performa dan antarmuka, tetapi kualitas pengujian perangkat lunak masih jadi titik lemah yang belum tersentuh. Sejumlah keluhan pengguna soal bug serius pasca-update belum mendapat jawaban konkret dari Microsoft.
Microsoft menargetkan pengurangan jejak memori Windows agar perangkat ber-RAM 8GB tetap responsif. Langkah ini penting karena krisis harga RAM membuat banyak produsen laptop kembali mengandalkan konfigurasi 8GB sebagai standar.
Perusahaan menyatakan tujuannya adalah "mengurangi jejak memori Windows untuk menghadirkan pengalaman Windows yang cepat dan responsif di PC yang digunakan pelanggan setiap hari." Bukti awal perbaikan mulai terlihat lewat waktu pemuatan aplikasi yang lebih singkat, bukan hanya menu Windows.
Di sisi lain, Microsoft juga mempercepat proses boot dan login lewat Windows Hello. Proses instalasi awal Windows 11 ikut disederhanakan agar tidak memakan waktu lama.
Fitur pencarian Windows 11 yang lama dikeluhkan kini diperbaiki. Hasil pencarian mampu menemukan file dengan nama gabungan panjang, menangani salah ketik lebih baik, dan menampilkan hasil relevan setelah dua karakter diketik.
Perubahan paling signifikan adalah opsi mematikan hasil web yang selama ini memenuhi daftar pencarian. Pengguna juga bisa menonaktifkan saran dari Microsoft Store yang dianggap mengganggu.
Menu klik kanan alias context menu juga dibersihkan dari opsi berlebihan. Microsoft mempercepat waktu pemuatannya dan menyiapkan opsi mengembalikan tata letak ke gaya Windows 10.
Windows 11 akhirnya mengizinkan pengguna mengatur izin kamera dan mikrofon untuk tiap aplikasi secara terpisah. Sebelumnya, hanya aplikasi dari Microsoft Store yang punya kontrol ini, sementara aplikasi desktop Win32 hanya punya satu sakelar global untuk mengizinkan atau memblokir semua akses.
Perubahan ini masih dalam tahap pengujian, tetapi menjadi langkah penting karena pengguna kini punya pilihan di antara dua ekstrem tersebut.
Terlalu banyak bug yang lolos ke versi rilis Windows 11. Dua contoh terbaru adalah fitur backup yang rusak dan masalah audio akibat update Windows pada bulan lalu.
Kompleksitas Windows sebagai sistem operasi dengan ribuan konfigurasi perangkat keras dan fitur warisan memang jadi tantangan. Meski begitu, tingkat bug yang muncul, termasuk yang serius, dinilai belum memenuhi standar. Proses quality assurance dan pengujian Microsoft perlu dibenahi, tetapi perusahaan belum pernah membeberkan langkah perbaikan di sisi ini.
Microsoft sudah mengurangi iklan di panel widget, tetapi belum sepenuhnya bersih. Kasus iklan satu halaman penuh Harry Potter yang muncul lewat aplikasi Bing Wallpaper jadi contoh promosi berlebihan yang tidak boleh terulang.
Permintaan terbesar pengguna lain adalah opsi instalasi Windows 11 dengan akun lokal tanpa harus menautkan akun Microsoft. Sinyal ke arah itu sempat muncul awal tahun, tetapi belum ada perubahan nyata dalam proses instalasi. Mengingat kerasnya upaya Microsoft menutup celah akun lokal selama ini, opsi tersebut kemungkinan besar tidak masuk dalam agenda perbaikan Windows 11.
Bagi pengguna Windows 11 yang mengeluhkan performa di perangkat ber-RAM kecil, pembaruan beberapa bulan terakhir layak dipasang. Namun mereka yang menuntut stabilitas bebas bug sebaiknya menahan update otomatis dan menunggu beberapa pekan setelah patch dirilis.