Pencarian

Bulog Bebaskan Kopdes Merah Putih Pesan Beras SPHP Tanpa Batas

Jumat, 09 Oktober 2026 • 14:37:00 WIB
Bulog Bebaskan Kopdes Merah Putih Pesan Beras SPHP Tanpa Batas
Bulog bebaskan Kopdes Merah Putih memesan beras SPHP tanpa batas kuota.

SUMATERA UTARA — Perum Bulog membebaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) memesan beras SPHP tanpa batas kuota, berbeda dari pengecer pasar yang dibatasi 2 ton per pemesanan. Kebijakan ini mendukung program pemerintah agar masyarakat bisa membeli beras murah lewat koperasi desa. Bulog juga menyiapkan pembayaran konsinyasi 30 hari untuk mempercepat penyaluran.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan pihaknya tidak akan membatasi jumlah pemesanan beras SPHP dari Kopdes Merah Putih. Keleluasaan ini diberikan sebagai dukungan Bulog terhadap program pemerintah yang mewajibkan BUMN membantu operasional koperasi desa.

Kebijakan tersebut berbeda dari aturan yang berlaku bagi pengecer di pasar. Melalui SP2KP, pengecer dibatasi membeli beras SPHP maksimal 2 ton dalam sekali pemesanan.

Skema Konsinyasi 30 Hari untuk Kopdes

Selain membebaskan kuota, Bulog menyediakan fasilitas pembayaran konsinyasi dengan tenggat 30 hari. Skema ini memberi ruang bagi koperasi desa untuk menjual beras lebih dulu sebelum melunasi pembayaran ke Bulog.

"Khusus untuk teman-teman KDKMP yang di bawah Agrinas Pangan, seberapa yang dipesan oleh Agrinas Pangan untuk KDKMP, kami dukung sepenuhnya," ujar Ahmad di Kantor Bulog, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Menurut Ahmad, kebijakan ini memperluas jaringan penjualan beras Bulog sekaligus mempermudah warga desa mendapatkan beras dengan harga terjangkau.

"Jadi beras Bulog nanti akan berada di KDKMP semaksimal mungkin. Dan kami akan lebih senang kalau banyak KDKMP-nya, berarti tempat penjualan kami lebih banyak. Dan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk dapat mengakses dan membeli beras dengan murah di KDKMP," terangnya.

Transaksi Kopdes Capai Ratusan Miliar

Bulog mencatat transaksi beras SPHP ke Kopdes Merah Putih sudah mencapai ratusan miliar rupiah. Ahmad belum bisa menyebut angka pastinya karena perlu mengecek data terlebih dahulu.

"Kalau KDKMP yang sudah berjalan ini sudah bertransaksi, sudah ratusan miliar ya. Sudah ratusan miliar. Dan bahkan ditambah lagi dengan rencana yang 100 KDKMP yang kemarin diperintahkan untuk segera dibuka," ujar Ahmad.

Pemerintah menargetkan pembukaan 100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih baru dalam waktu dekat. Setiap koperasi yang beroperasi akan menambah titik penjualan beras Bulog di tingkat desa.

Dampak ke Harga Beras di Desa

Bagi warga desa, keberadaan beras SPHP di koperasi setempat memangkas jarak dan biaya transportasi untuk membeli beras. Selama ini pasokan beras murah lebih banyak tersedia di pasar kecamatan atau kota.

Koperasi desa yang menjual beras SPHP juga berpotensi menekan harga beras di pasar lokal. Pasalnya, warga punya alternatif pembelian dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah.

Bulog menempatkan Kopdes Merah Putih sebagai kanal distribusi baru selain pasar dan ritel modern. Jaringan koperasi desa dinilai lebih dekat ke konsumen akhir dibandingkan jalur distribusi konvensional.

Dengan skema tanpa batas kuota dan konsinyasi 30 hari, Bulog berharap volume penyaluran beras SPHP lewat koperasi desa naik signifikan. Keberhasilan program ini akan bergantung pada kesiapan operasional koperasi di lapangan serta kemampuan mereka menyerap pasokan secara konsisten.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks