IHSG Berbalik Melemah ke 6.140 Setelah Sempat Menguat, 7 dari 11 Indeks Sektoral Tertekan

Penulis: Mukhtar Latif  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 10:46:37 WIB
IHSG melemah ke level 6.140 setelah sesi awal sempat menguat.

SUMATERA UTARA — Volume transaksi awal tercatat sebesar 3,09 miliar saham dengan nilai Rp2,1 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 198 saham yang bergerak di zona hijau, sementara 380 saham melemah dan 381 saham lainnya stagnan. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual mendominasi sejak sesi pertama dibuka.

Mayoritas Sektor Masih di Zona Merah

Dari 11 indeks sektoral yang menghuni bursa, hanya empat sektor yang mampu bertahan di area positif. Sektor energi, properti, industri, dan kesehatan mencatatkan penguatan. Sisanya, termasuk sektor konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, teknologi, konsumer non-siklikal, keuangan, dan transportasi, masih tertekan.

Pelemahan di sektor keuangan menjadi perhatian utama karena bobotnya yang besar terhadap IHSG. Sementara itu, sektor teknologi juga tak luput dari aksi jual investor di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi pasar emerging market.

Indeks Blue Chip Ikut Terkoreksi

Indeks-indeks acuan utama juga kompak melemah. LQ45 turun 0,28 persen ke level 617, diikuti JII yang melemah 0,26 persen ke 376. Indeks MNC36 dan IDX30 masing-masing turun 0,17 persen ke 269 dan 0,21 persen ke 348. Pelemahan ini mengindikasikan tekanan jual tidak hanya terjadi pada saham lapis kedua, tetapi juga merambah saham-saham berkapitalisasi besar.

Tiga Saham Paling Moncer di Awal Sesi

Di tengah dominasi merah, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk jajaran top gainers. PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) memimpin penguatan, disusul PT Arthavest Tbk (ARTA) dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE). Ketiga saham ini menjadi pengecualian di tengah tekanan jual yang meluas.

Investor disarankan mencermati pergerakan indeks pada sesi kedua untuk melihat apakah tekanan jual akan berlanjut atau justru muncul aksi beli bargains hunting. Pergerakan nilai tukar rupiah dan sentimen dari bursa global masih menjadi variabel yang patut diwaspadai hingga akhir perdagangan nanti.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top