MEDAN — Plt Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti menilai sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan aturan, melainkan instrumen penting untuk membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing produk UMKM lokal. Menurutnya, produk yang tersertifikasi memiliki nilai tambah dan peluang lebih besar untuk menembus pasar yang lebih luas.
“Hal ini sangat baik untuk membangun kepercayaan konsumen. Kita harus berbenah dari konsumen menjadi produsen. Lewat sertifikasi halal untuk UMKM di Sumut, terutama di Langkat, saya yakin UMKM akan semakin maju dan sejahtera ke depannya,” ujar Tiorita saat menghadiri pembukaan Sumut Halal Fest 2026 di Plataran Parkir Eks Medan Club, Rabu (26/8/2026).
Baru 100 Ribu dari 1,4 Juta UMKM yang Bersertifikat
Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mengungkapkan masih ada pekerjaan rumah besar terkait sertifikasi halal di provinsi ini. Dari sekitar 1,4 juta pelaku UMKM, baru sekitar 100 ribu usaha yang mengantongi sertifikat halal.
“Masih ada 1,3 juta lagi yang belum ada,” kata Bobby dalam sambutannya.
Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Bobby menegaskan sertifikasi halal harus dipandang sebagai instrumen untuk mendorong kemajuan industri UMKM, bukan hanya persyaratan administratif belaka.
Target 1.000 Sertifikasi pada 2026, Naik Jadi 5.000 pada 2027
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Pemprov Sumut telah menyiapkan langkah konkret. Pada 2026, pemerintah memfasilitasi 1.000 pelaku UMKM untuk memperoleh sertifikasi halal secara gratis.
Jumlah itu ditargetkan melonjak signifikan menjadi 5.000 sertifikasi halal bagi pelaku UMKM pada tahun 2027. “Ini bentuk komitmen Sumatera Utara untuk memajukan UMKM,” tegas Bobby.
Sertifikasi Halal sebagai Strategi Bisnis, Bukan Formalitas
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengapresiasi komitmen Pemprov Sumut. Ia menekankan bahwa di tengah dinamika pasar saat ini, sertifikasi halal telah berevolusi menjadi strategi bisnis yang kuat.
“Di zaman sekarang, sertifikasi halal bukan hanya sekadar formalitas dan syarat, melainkan sebuah strategi bisnis yang kuat, standar kualitas dan kebersihan, serta kunci utama untuk membangun kepercayaan konsumen di pasar global,” katanya.
Babe Haikal, sapaan akrabnya, berharap langkah Pemprov Sumut mampu mendorong peningkatan kualitas sekaligus daya saing UMKM di daerah ini. Ia meyakini UMKM Sumatera Utara akan semakin maju dengan dukungan ekosistem halal yang kuat.
Melalui dukungan percepatan sertifikasi halal ini, Tiorita menegaskan komitmen Kabupaten Langkat untuk terus mendorong UMKM agar tidak sekadar bertahan. Targetnya jelas: UMKM di Langkat harus mampu tumbuh, naik kelas, dan menjadi kekuatan ekonomi daerah. (Rel/OD-20)