MEDAN — FISIP UMSU memberangkatkan 404 mahasiswanya untuk mengabdi kepada masyarakat melalui KKN Reguler dan Internasional. Dari jumlah tersebut, mayoritas peserta akan ditempatkan di berbagai kecamatan di Kabupaten Deliserdang, sedangkan puluhan lainnya mendapat penempatan lintas negara.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian dan Internasionalisasi UMSU, Dr. Rudianto, M.Si, melepas para mahasiswa secara resmi dalam upacara di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan, Selasa (18/8).
312 Mahasiswa Fokus di Deliserdang, 56 Lainnya ke Malaysia
Pembagian lokasi KKN tahun ini terbagi dalam tiga kategori. Sebanyak 312 mahasiswa KKN Reguler akan menjalani pengabdian di 31 desa yang tersebar di berbagai kecamatan Kabupaten Deliserdang.
Untuk kategori Internasional, 56 mahasiswa akan diberangkatkan ke Kuala Lumpur, Malaysia. Selain itu, 36 mahasiswa lainnya mendapatkan rekognisi KKN karena sebelumnya telah menyelesaikan pengabdian dan berbagai kegiatan kemahasiswaan lainnya.
Bekal yang Ditekankan: Komunikasi dan Jejaring
Dalam sambutannya, Dr. Rudianto menekankan bahwa kemampuan berkomunikasi menjadi modal utama yang harus dimiliki mahasiswa saat terjun ke masyarakat. Ia menyebutkan, kemampuan ini menentukan seberapa baik mahasiswa membangun relasi dengan aparat desa maupun warga setempat.
"Sebagai calon lulusan perguruan tinggi, kemampuan berkomunikasi menjadi hal yang paling penting. Ability to communicate harus dimiliki untuk melihat sejauh mana kita mampu membangun komunikasi dengan aparat desa maupun masyarakat desa," katanya.
Selain komunikasi, Dr. Rudianto juga menyoroti pentingnya kemampuan membangun jaringan atau networking. Menurutnya, relasi yang dibangun selama KKN tidak hanya bermanfaat di dunia maya, tetapi juga menjadi modal sosial di tengah masyarakat.
"Jangan tinggalkan UMSU sebelum punya skill. Ketika menjadi alumni dan keluar dari UMSU, harus memiliki new skill, agar ketika memegang ijazah UMSU, kita bisa lebih unggul dibandingkan lulusan perguruan tinggi lainnya," pesannya.
Tiga Tahapan KKN dan Kewajiban DPL ke Lokasi
Dekan FISIP Dr. Arifin memaparkan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini melalui tiga tahapan. Dimulai dari persiapan yang mencakup sosialisasi, penentuan lokasi, hingga penyusunan program kegiatan bersama dosen pembimbing lapangan (DPL).
Tahapan kedua adalah KKN lapangan yang kini tengah dijalani mahasiswa hingga akhir Agustus. Setelah itu, mahasiswa wajib menyusun laporan akhir dalam bentuk tertulis dan video pelaksanaan yang harus diunggah ke media sosial masing-masing.
Dr. Arifin juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pengalaman lapangan mereka menjadi penelitian akademik. "Apa yang kalian dapat di lokasi KKN dan PKL juga bisa dijadikan judul skripsi untuk menyelesaikan studi," ujarnya.
Untuk memastikan kualitas pendampingan, para dosen pembimbing diwajibkan mengunjungi lokasi KKN setidaknya satu kali selama kegiatan berlangsung. Kegiatan pelepasan ini turut dihadiri jajaran pimpinan FISIP UMSU, termasuk Wakil Dekan I Dr. Abrar Adhani, Wakil Dekan III Dr. H. Yurisna Tanjung, serta ketua dan sekretaris program studi di lingkungan fakultas.