MEDAN — Kejuaraan yang digelar di Kompleks Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Sumatera Utara itu menjadi ajang pertama bagi Sumut sebagai penyelenggara Kejurnas bola tangan tingkat nasional. Sebelumnya, Sumut hanya mengirim atlet tanpa pernah dipercaya menjadi tuan rumah.
Pembukaan berlangsung dihadiri Ketua Umum PB ABTI Zulfidar Zaidar Muchtar, perwakilan KONI Pusat Jhon Ismadi Lubis, perwakilan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Pusat Jadi Rajagukguk, Kepala Dispora Sumut Maffullah Pratama yang mewakili Gubernur Sumut, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar, dan Ketua Umum Pengprov ABTI Sumut H. Hendra Cipta.
Enam Kategori Jadi Incaran Tuan Rumah
Hendra Cipta, yang juga menjabat Ketua Panitia Kejurnas, menyebut target tahun ini jauh lebih tinggi dibanding capaian sebelumnya. Pada Kejurnas 2025, Sumut hanya membawa pulang satu medali.
"Kalau tahun 2025 lalu kita mendapatkan satu medali, tahun ini ada enam kategori yang bisa diperebutkan dari nomor putra dan putri. Kita berharap keenam kategori tersebut bisa menghasilkan medali bagi Sumatera Utara," ujar Hendra, Kamis (22/10/2026).
Ambisi itu disebut bukan tanpa alasan. Kesempatan bertanding di hadapan publik sendiri dinilai menjadi motivasi tambahan bagi para atlet tuan rumah untuk tampil maksimal menghadapi persaingan ketat antardaerah.
Alasan Sumut Ngotot Jadi Tuan Rumah
Hendra menegaskan penyelenggaraan Kejurnas bukan sekadar kompetisi memperebutkan medali. Ajang ini dipakai untuk memperluas popularitas bola tangan di tengah masyarakat sekaligus membuktikan kesiapan Sumut menjadi tuan rumah kompetisi berskala lebih besar.
"Tujuannya bukan hanya memasyarakatkan olahraga bola tangan, tetapi juga menegaskan bahwa Provinsi Sumatera Utara sangat siap menyelenggarakan kompetisi tingkat nasional, bahkan internasional. Karena itu, sejak awal kami berupaya agar Kejurnas 2026 dapat dilaksanakan di Medan," ujar Hendra.
Suasana pembukaan dimeriahkan penampilan tari multietnik dan sejumlah grup musik ternama Sumatera Utara. Perpaduan olahraga dan seni itu disebut memperlihatkan kesiapan daerah menyambut atlet dan tamu dari berbagai wilayah.
Bola Tangan Tumbuh di 28 Kabupaten/Kota
Ketua Umum PB ABTI Zulfidar Zaidar Muchtar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan. Ia menilai perkembangan bola tangan di Sumut menunjukkan kemajuan menggembirakan, terutama berkat dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan atlet dan penguatan organisasi.
Dalam kurun kurang dari dua tahun, kepengurusan bola tangan telah terbentuk di 28 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Perkembangan itu diikuti penyelenggaraan kejuaraan dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, sebelum Sumut akhirnya dipercaya menjadi tuan rumah Kejurnas 2026.
Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperluas partisipasi generasi muda. Dengan pembinaan konsisten, Sumut diharapkan melahirkan atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kejurnas Handball Senior Indoor dan Beach 2026 mempertemukan atlet dari 10 provinsi di nomor senior indoor dan beach. Selain menguji kemampuan teknis, kejuaraan ini menjadi tolok ukur pembinaan olahraga bola tangan di masing-masing daerah peserta.