Pencarian

Gubernur Sumut Bobby Nasution Minta Semua Pihak Prioritaskan Kebutuhan Dasar Warga di Tengah Ketimpangan Pembangunan

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 10:40:31 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution Minta Semua Pihak Prioritaskan Kebutuhan Dasar Warga di Tengah Ketimpangan Pembangunan
Gubernur Sumut Bobby Nasution berbicara kepada media usai menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Medan.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta seluruh pemangku kepentingan di daerah itu memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang masih kesulitan, di tengah ketimpangan pembangunan antarwilayah. Permintaan itu disampaikan Bobby usai menghadiri pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Ameriza Ma'aruf Moesa di Kantor Gubernur Sumut, Medan. Ia menyinggung sekitar 10 kabupaten/kota yang tumbuh positif pada 2026, sementara sejumlah daerah lain masih tertinggal, terutama di Kepulauan Nias.

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa persoalan utama yang harus jadi perhatian bersama bukanlah dinamika politik, melainkan kondisi warga yang masih mengeluhkan kebutuhan dasar. Pernyataan itu muncul saat ia ditanya media soal isu pemakzulan, seusai menghadiri pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Ameriza Ma'aruf Moesa di Kantor Gubernur Sumut, Medan.

Menurut Bobby, Pemprov Sumut berupaya melakukan pemerataan pembangunan di setiap daerah agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi. Ia menilai masih banyak warga Sumut yang berada dalam kondisi kesulitan.

"Hari ini yang perlu kita pikirkan itu, masyarakat ya. Masyarakat hari ini masih banyak yang kondisinya kesulitan, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan kebutuhan-kebutuhan dasarnya. Saya rasa harus diutamakan itu," kata Bobby.

Ketimpangan Pembangunan Jadi Tantangan Utama Sumut

Bobby menyebut sekitar 10 kabupaten/kota di Sumatera Utara mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif pada 2026, sementara sejumlah daerah lain masih berada di bawah rata-rata. Menurutnya, disparitas antarwilayah menjadi persoalan yang paling menonjol di provinsi berpenduduk terbesar keempat di Indonesia itu.

"Pertumbuhan tidak begitu merata, mungkin sekitar 10 kabupaten/kota. Tantangannya di Sumut ada yang sangat baik sekali, dan buruk sekali. Kita masih punya daerah tertinggal di Kepulauan Nias, mudah-mudahan kita bisa mengurangi ketimpangan itu," ujar Bobby.

Gubernur berharap kolaborasi antara Pemprov Sumut, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkecil kesenjangan pembangunan. Kepulauan Nias disebutnya sebagai wilayah yang paling membutuhkan perhatian.

BI Proyeksi Ekonomi Sumut Tumbuh 5,11 Persen pada 2026

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menilai Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi besar dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyatakan BI terus menempatkan sumber daya manusia terbaik untuk mendukung pelaksanaan kebijakan ekonomi di daerah.

"Kami selalu berupaya menempatkan orang-orang kami yang luar biasa di Sumut. Orang yang mampu mengimplementasikan kebijakan dari pusat ke daerah, sehingga kebijakan tersebut berjalan baik," kata Destry.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumut yang baru dikukuhkan, Ameriza Ma'aruf Moesa, memproyeksikan ekonomi Sumut tumbuh 5,11 persen pada 2026. Angka inflasi diperkirakan berada di kisaran 3,1 persen.

Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, Bank Indonesia akan mengoptimalkan potensi sektor ketenagakerjaan dan pariwisata. Menurut Ameriza, target itu bisa dicapai melalui kolaborasi dan sinergi yang sudah terbangun selama ini.

"Tahun ini kami prediksikan ekonomi tumbuh 5,11 persen, dan inflasi sekitar 3,1 persen. Ini bisa kita capai dengan kolaborasi dan sinergi yang sudah kita miliki selama ini," ujarnya.

Pekerjaan Rumah: Memperkecil Jarak Antarwilayah

Kombinasi antara proyeksi pertumbuhan yang positif dan masih adanya daerah tertinggal di Kepulauan Nias menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov Sumut bersama BI. Pemerataan pembangunan disebut menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

Pengukuhan Ameriza sebagai Kepala Perwakilan BI Sumut menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan bank sentral untuk menyelaraskan kebijakan fiskal daerah dengan kebijakan moneter pusat. Sinergi itu diharapkan berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar warga di daerah yang selama ini tertinggal.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks