KARO — Sosialisasi pencegahan karhutla di Kabupaten Karo melibatkan tiga institusi sekaligus: kepolisian sektor, Manggala Agni, dan komando rayon militer. Kepala Desa Tongging Robensius Munthe hadir bersama warganya di Resto Liberty, Desa Tongging, Kecamatan Merek. Undangan kegiatan datang dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah I Sumatera melalui Manggala Agni Daops Sibolangit.
Apa yang Disampaikan Manggala Agni Sibolangit
Kepala Daops Manggala Agni Sibolangit Irwan A. Sitanggang memaparkan kebijakan dan peraturan terkait pencegahan serta penanganan karhutla. Materi disampaikan sebagai dasar hukum dan prosedur bagi warga dalam menghadapi potensi kebakaran lahan.
Danramil Tigapanah Kapten Inf. Krista Ginting menambahkan peringatan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan. Kawasan hutan di sekitar Desa Tongging menjadi titik yang paling ditekankan dalam peringatan itu.
Imbauan Kapolsek Tigapanah ke Warga
AKP Imanuel Sembiring mengajak masyarakat berperan aktif mencegah karhutla dan meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan. Warga juga diminta segera menghubungi kepolisian bila melihat ancaman kriminalitas atau situasi yang butuh kehadiran petugas.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan melakukan pembakaran, terutama di sekitar kawasan hutan dan lahan yang mudah terbakar. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran maupun gangguan kamtibmas. Untuk mendapatkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 yang bebas pulsa," ujar AKP Imanuel Sembiring.
Pemetaan Desa dan Harapan Pencegahan Dini
Kegiatan juga diisi penyampaian materi mengenai pemetaan desa oleh Kepala Desa Tongging. Pemetaan itu menjadi bagian dari upaya mengenali titik-titik rawan di wilayah desa.
Melalui sosialisasi tersebut, kesadaran masyarakat dalam mencegah karhutla diharapkan meningkat sehingga potensi kebakaran bisa dicegah sejak dini. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.