Pencarian

Kembali ke Sekolah Bisa Picu Stres Anak, Ini yang Perlu Ibu Siapkan

Kamis, 17 September 2026 • 09:36:01 WIB
Kembali ke Sekolah Bisa Picu Stres Anak, Ini yang Perlu Ibu Siapkan

SUMATERA UTARA — Tahun ajaran baru sering dianggap momen menyenangkan, tapi bagi sebagian anak justru jadi sumber tekanan. Perubahan rutinitas, guru baru, sampai tuntutan akademik bisa memicu kecemasan yang tidak selalu terlihat. Simak tujuh hal yang perlu ibu siapkan agar anak lebih siap mental menghadapi hari pertama sekolah.

Kembali ke sekolah tidak selalu jadi momen yang dinanti anak. Bagi sebagian dari mereka, sekolah berarti bertemu mata pelajaran atau guru yang tidak disukai, tekanan nilai, hingga keharusan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Jonathan Ponser, Manajer Layanan Terapi Perilaku di Memorial Behavioral Health, menyebut kembalinya anak ke sekolah bisa menjadi awal munculnya masalah kesehatan mental atau memperburuk kondisi yang sudah ada. Ia menyampaikannya dalam wawancara dengan WTAX Morning Newswatch.

Mengapa Tahun Ajaran Baru Rentan Bikin Anak Stres

Perubahan besar dalam rutinitas harian jadi pemicu utamanya. Selama libur, jam tidur anak cenderung mundur dan aktivitas lebih longgar. Begitu masuk sekolah, semuanya berubah dalam hitungan hari.

Tekanan akademik ikut menambah beban. Belum lagi kalau anak harus pindah ke sekolah baru, berhadapan dengan teman yang belum dikenal, atau menyesuaikan diri dengan aturan yang lebih ketat.

Pola Tidur dan Persiapan Fisik Anak

Ponser menyarankan orang tua mulai membiasakan rutinitas tidur yang lebih baik menjelang tahun ajaran baru. "Semoga, menjelang tahun ajaran baru, orang tua sudah bekerja sama dengan anak-anak mereka untuk membiasakan rutinitas tidur yang lebih baik, dan hal-hal semacam itu. Saya tahu seringkali hal itu terabaikan selama musim panas," ujarnya.

Selain tidur, siapkan juga hal-hal praktis yang dibutuhkan anak di sekolah. Kalau anak masuk sekolah baru dan baru pertama kali punya loker, latih cara membuka kunci kombinasi jauh sebelum hari pertama. "Selain itu, persiapkan juga hal-hal yang mungkin dibutuhkan saat pergi ke sekolah, terutama jika anak pergi ke sekolah baru, di mana mungkin anak sekarang memiliki loker, dan sebelumnya tidak, mungkin berlatih cara menggunakan kunci kombinasi, dan hal-hal semacam itu," lanjut Ponser.

Bangun Komunikasi Terbuka Sejak Awal

Bicarakan soal sekolah dengan anak sebelum masalah muncul. Ajarkan mereka menentukan apa yang harus dilakukan dan ke mana harus pergi kalau kesehatan mental terasa semakin berat saat di sekolah.

Jadikan obrolan ringan sebagai rutinitas harian. "Jadikan ini rutinitas di akhir setiap hari, kita saling mengecek apa yang terjadi dan tidak apa-apa untuk sekadar duduk santai dan mendengarkan, terutama dengan remaja. Jika mereka merasa anda terlalu menekan mereka, mereka mungkin akan memendam perasaan dan tidak banyak bercerita kepada Anda," kata Ponser.

Meluangkan waktu untuk mendengar cerita anak membuat mereka merasa aman. Sebaliknya, kalau ibu terlalu menekan atau menghakimi perasaannya, anak justru menjauh dan enggan bercerita meski sedang butuh bantuan.

Kenali Perubahan Perilaku Kecil pada Anak

Anak yang stres biasanya mulai meninggalkan aktivitas yang sebelumnya rutin dilakukan. Anak yang tadinya banyak bicara bisa berubah jadi pendiam, menutup diri, atau menghindari interaksi dengan keluarga.

Perubahan ini sering jadi tanda awal anak kehilangan minat atau antusiasme terhadap sesuatu. Jangan hanya fokus pada nilai akademik, perhatikan juga kehidupan sosialnya di sekolah. Hubungan dengan teman dan lingkungan sekitar berpengaruh besar pada kondisi mental anak.

Untuk membahas hal ini, ibu tidak perlu menciptakan suasana serius. Selipkan pertanyaan di obrolan ringan supaya anak lebih nyaman dan terbuka bercerita tentang apa yang dialaminya di sekolah.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter

Kalau perubahan perilaku anak berlangsung lebih dari dua minggu, disertai gangguan tidur, hilang nafsu makan, atau anak menolak sekolah sama sekali, sebaiknya konsultasikan ke psikolog anak atau dokter. Tanda-tanda ini perlu penanganan profesional, bukan sekadar dibujuk di rumah.

Kembali ke sekolah memang bisa jadi sumber stres, tapi ibu bisa mengurangi dampaknya dengan persiapan matang dan komunikasi yang hangat. Perhatikan perubahan kecil pada anak, dan pastikan ia tahu bahwa rumah selalu jadi tempat aman untuk bercerita.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks