BINJAI — Lapas Kelas IIA Binjai menjaring seluruh petugasnya dalam pemeriksaan tes urine dadakan pada Sabtu (12/9/2026). Tidak ada yang dikecualikan, dari pejabat struktural sampai petugas pelaksana.
Pengambilan sampel berlangsung dengan pengawasan ketat dari Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif narkotika.
Langkah ini menjadi bagian dari dukungan Lapas Binjai terhadap program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Pengawasan Ketat demi Transparansi Penuh
Proses pemeriksaan mengandalkan pengawasan super ketat dari Kanwil Ditjenpas Sumut. Tujuannya menjamin transparansi dan objektivitas tanpa celah.
Seluruh jajaran tanpa terkecuali menjalani pengambilan sampel. Pemeriksaan ini sempat mendobrak tensi internal karena sifatnya yang mendadak.
Kalapas: Ini Agenda Rutin dan Berkelanjutan
Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Mochamad Mukaffi, menegaskan tindakan ini merupakan bagian dari pengawasan internal yang tidak akan melunak.
"Kami berkomitmen untuk tidak memberikan ruang terhadap penyalahgunaan narkotika, termasuk kepada petugas di lingkungan Lapas Kelas IIA Binjai. Kegiatan ini merupakan agenda rutin dan berkelanjutan sebagai bagian dari pengawasan internal," tegas Mukaffi dalam keterangan resminya dikutip, Minggu (13/9/2026).
Mukaffi mengapresiasi tinggi kedisiplinan jajarannya atas hasil sapu bersih tersebut.
Pengawasan Tidak Akan Dikendurkan
Meski hasilnya negatif, Kalapas memastikan pintu pengawasan tidak akan pernah dikendurkan demi menjaga integritas institusi.
"Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa jajaran Lapas Binjai konsisten dalam menjaga lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba. Kami akan terus memperkuat pengawasan serta pembinaan guna mendukung tercipta pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas," pungkasnya.
Dengan pemeriksaan yang berjalan aman dan tertib, Lapas Kelas IIA Binjai membuktikan langkah konkret membabat potensi ancaman narkoba langsung dari tubuh pengawasnya sendiri.