SUMATERA UTARA — Kebanyakan pemilik mobil merasa tenang selama periode garansi, terutama dengan paket servis gratis dari pabrikan. Namun setelah tahun kelima atau saat odometer menyentuh angka 100.000 km, semua kemudahan itu hilang. Kondisi komponen juga sudah mulai menua, dan cara perawatan yang sama seperti mobil baru tidak lagi cukup. Mengutip panduan dari Mitsubishi Indonesia, ada beberapa sistem yang harus mendapat perhatian ekstra di usia ini, bukan sekadar penggantian oli mesin dan filter secara rutin.
Di Luar Oli dan Filter: Dua Komponen yang Paling Sering Terlupakan
Jika mobil Anda bertransmisi manual, bagian yang perlu dicek adalah kondisi kopling. Kampas kopling yang aus akan terasa saat perpindahan gigi mulai berat atau selip. Selain itu, periksa juga tali kipas dan timing belt. Komponen ini punya umur pakai yang ditentukan pabrikan, biasanya antara 60.000 sampai 100.000 km. Mengganti timing belt lebih murah daripada harus membongkar mesin karena belt putus di tengah jalan.Untuk pemilik transmisi matic, prioritasnya ada pada oli transmisi. Cairan ini bekerja di dalam sistem hidraulis yang menggerakkan perpindahan gigi. Jika oli transmisi sudah kotor atau volumenya berkurang, perpindahan gigi akan terasa kasar dan tidak responsif. Dalam kasus yang lebih parah, komponen internal transmisi bisa rusak dan biaya perbaikannya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Kaki-Kaki dan Sistem Cairan: Jangan Tunggu Muncul Bunyi atau Getaran
Setelah lima tahun digunakan, komponen kaki-kaki seperti tie rod end, long tie rod, shock absorber, dan engine mounting mengalami keausan. Bagian ini menahan beban kendaraan dan bersentuhan langsung dengan aspal setiap hari. Gejala awal biasanya berupa bunyi gluduk saat melewati polisi tidur atau getaran yang terasa di setir. Pemeriksaan rutin di bengkel bisa mendeteksi keausan sebelum komponen benar-benar rusak.Sistem cairan juga tidak boleh diabaikan. Minyak power steering, minyak rem, dan cairan transmisi perlu diperiksa level serta kondisinya secara berkala. Cairan radiator sebaiknya diganti menggunakan radiator coolant, bukan air biasa, untuk mencegah korosi di dalam sistem pendinginan. Penggantian cairan ini mengikuti rekomendasi bengkel resmi atau buku panduan pemilik.
Area yang Sering Terlewat: Ban, Baterai, dan Lampu
Ban sering dianggap sepele, padahal ini satu-satunya titik kontak mobil dengan jalan. Periksa ketebalan alur ban menggunakan indikator keausan yang ada di permukaan telapak. Ban yang retak, terpotong, atau tekanan anginnya tidak sesuai bisa menyebabkan kecelakaan. Jangan tunda penggantian jika alur sudah aus.Baterai dan kabel juga sering luput dari perhatian. Korosi di terminal aki bisa mengganggu pasokan listrik ke seluruh sistem mobil. Untuk aki basah, periksa juga level cairannya. Sementara itu, kabel-kabel di ruang mesin bisa mengalami penurunan performa seiring waktu, apalagi jika ada bekas gigitan tikus. Pastikan tidak ada kabel yang terkelupas atau putus.
Lampu depan dan belakang harus dipastikan berfungsi sempurna. Ini bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga keselamatan di malam hari. Bola lampu yang redup atau mati sebaiknya segera diganti.