SUMATERA UTARA — Pemerintah Kota Seoul mengumumkan data yang mencengangkan pada Rabu lalu: pengeluaran wisatawan asing melonjak jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan jumlah kunjungan. Jika kunjungan naik 21,3 persen, belanja mereka justru melejit 56,8 persen. Ini menandakan turis tidak hanya datang lebih banyak, tapi juga tinggal lebih lama dan membelanjakan uang lebih banyak.
Belanja Sumbang Hampir Separuh Total Pengeluaran Turis
Sektor retail menjadi primadona dengan kontribusi 46,4 persen dari total pengeluaran kartu kredit asing. Angka ini diikuti sektor medis dan kesehatan yang mencapai 24,4 persen. Pusat perbelanjaan besar di Seoul mencatat lonjakan belanja hingga 73,2 persen, dari Rp 8,9 triliun menjadi Rp 15,4 triliun.
Menariknya, wisata medis juga tumbuh signifikan sebesar 63,3 persen. Sektor makanan dan produk kecantikan masing-masing naik 54,5 persen dan 40 persen. Bagi turis Indonesia yang hobi skincare, data ini menegaskan Seoul masih menjadi surga belanja kecantikan.
Rencana Pemerintah: Perluas Wisata Malam Hari
Pemerintah kota tidak berhenti di sini. Mereka berencana memperluas konten wisata malam pada paruh kedua tahun ini. Strategi ini dirancang agar wisatawan asing bisa menikmati Seoul tidak hanya di siang hari, tetapi juga sore dan malam hari.
"Dengan pertumbuhan pengeluaran yang jauh melebihi peningkatan jumlah pengunjung, pariwisata Seoul tampaknya bergerak melampaui sekadar pemulihan jumlah pengunjung dan memasuki fase pertumbuhan baru yang didorong oleh masa tinggal yang lebih lama dan konsumsi yang lebih tinggi," kata pejabat pemerintah kota.
Dampaknya bagi Traveler Indonesia
Bagi Anda yang berencana liburan ke Seoul akhir tahun, kabar ini berarti satu hal: pilihan aktivitas malam akan semakin banyak. Revitalisasi sektor kuliner, belanja, dan budaya di sekitar objek wisata utama menjadi fokus utama pemerintah. Ini kabar baik bagi solo traveler yang ingin menikmati street food atau keluarga yang ingin jalan-jalan malam setelah jam makan malam.
Data ini juga menunjukkan tren wisatawan kini menggabungkan belanja dengan perawatan kesehatan. Beberapa agen perjalanan Indonesia bahkan mulai menawarkan paket wisata medis Seoul, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga prosedur kecantikan. Jika Anda tertarik, pastikan riset klinik yang memiliki akreditasi internasional.
Tips Belanja Hemat di Seoul
- Manfaatkan tax refund di toko bertanda "Tax Free Shopping" — Anda bisa mengklaim kembali pajak hingga 10 persen di bandara.
- Bawa kartu kredit dengan kurs kompetitif. Data menunjukkan pengeluaran kartu kredit mendominasi transaksi wisatawan asing.
- Pusat perbelanjaan besar seperti Myeongdong dan Hongdae ramai di akhir pekan. Datang di hari kerja untuk pengalaman belanja lebih nyaman.
Dengan tren pertumbuhan ini, Seoul diprediksi akan semakin ramai di kuartal keempat. Tiket pesawat dan hotel biasanya lebih mahal saat musim gugur (September-November) karena warna dedaunan yang cantik. Jika budget menjadi pertimbangan utama, pertimbangkan berkunjung di awal Desember sebelum libur Natal.