Pencarian

Pemprov Sumut Siapkan Rp 2 Miliar untuk Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara, Target Produksi Kopra dan Arang Batok

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 23:59:31 WIB
Pemprov Sumut Siapkan Rp 2 Miliar untuk Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara, Target Produksi Kopra dan Arang Batok
Pemprov Sumut menyiapkan anggaran Rp 2 miliar untuk pembangunan rumah produksi kelapa di Kabupaten Nias Utara.

MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pembangunan rumah produksi kelapa di Kabupaten Nias Utara masuk dalam program prioritas tahun ini. Gubernur Bobby Nasution menyebut anggaran sebesar Rp 2 miliar telah disiapkan untuk merealisasikan fasilitas pengolahan kelapa terpadu tersebut.

Rumah produksi ini akan dilengkapi sejumlah mesin, mulai dari mesin produksi kopra, solar dryer, mesin pengupas batok, hingga mesin pemilah. "Program ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil kelapa yang diproduksi para petani," ujar Bobby, Sabtu, usai menghadiri agenda Sapa Daerah di Lauru Fadoro, Nias Utara.

Fokus pada Komoditas Unggulan Warga

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut 2023, luas tanaman kelapa perkebunan rakyat di Kepulauan Nias mencapai 44.498 hektare dengan produksi 34.763 ton. Angka ini menjadi dasar pemprov memilih Nias Utara sebagai salah satu sentra produksi kelapa.

Selain mengolah kopra, fasilitas ini juga akan mengembangkan produksi arang batok kelapa. Dengan begitu, petani tidak lagi menjual kelapa dalam bentuk mentah, melainkan produk setengah jadi yang harganya lebih stabil.

Anggaran Pembangunan Kepulauan Nias Naik Hampir Dua Kali Lipat

Bobby Nasution menegaskan komitmennya memacu pembangunan di gugusan kepulauan tersebut. Tahun ini, Pemprov Sumut mengalokasikan dana hampir Rp 500 miliar untuk seluruh program pembangunan di Kepulauan Nias. "Tahun lalu kami anggarkan Rp 250 sampai Rp 300 miliar. Tahun ini kami tingkatkan menjadi hampir Rp 500 miliar," katanya.

Dari total tersebut, Nias Utara mendapat porsi khusus. "Kabar baik khusus untuk Nias Utara dari Rp 500 miliar," sambungnya. Pemprov Sumut telah menetapkan tiga prioritas arah pembangunan di Kepulauan Nias, yakni sentra perekonomian, sentra produksi, dan penguatan sektor pariwisata.

Respons Bupati dan Warga Setempat

Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, daerahnya memiliki potensi besar dalam produksi kelapa perkebunan rakyat. "Nias Utara ini potensinya pariwisata dan kelapa. Kelapa ini, lebih 30 kilometer dari sini kelapa semua," ujarnya.

Ia menambahkan, tahun 2026 ini banyak program Gubernur Sumut yang menyentuh Nias Utara, di antaranya rumah kelapa di desa tersebut dan pembangunan beberapa ruas jalan. Kehadiran fasilitas pengolahan diharapkan memangkas rantai distribusi yang selama ini memberatkan petani.

Di sisi lain, kedatangan orang nomor satu di Sumut itu menjadi momen bersejarah bagi warga. Bakti Adil Waruwu, seorang warga, mengaku terharu bisa bertemu langsung dengan Bobby Nasution beserta rombongan. "Kami terharu, 80 tahun merdeka baru ini kami bertemu Gubernur Sumatera Utara," katanya.

Pembangunan rumah produksi kelapa ini menjadi bagian dari upaya pemprov memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan di daerah kepulauan. Dengan fasilitas yang memadai, diharapkan kesejahteraan petani kelapa di Nias Utara meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks