SERDANG BEDAGAI — Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api (KA) Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai dengan truk pasir di perlintasan tanpa palang pintu kembali menyorot persoalan keselamatan transportasi darat di Sumatera Utara. Peristiwa yang terjadi di Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan itu menewaskan sopir truk bernama Busito (56) di lokasi kejadian.
Benturan keras juga menyebabkan lokomotif rusak berat hingga sebagian rodanya keluar dari rel. Masinis dilaporkan mengalami luka-luka, sementara seorang penumpang, Viona Siahaan (21), menderita luka bakar ringan akibat air panas yang tumpah dan kini dirawat di RSU Melati Perbaungan.
Bukan Insiden Pertama, Titik Rawan Masih Banyak
Menanggapi kejadian tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menegaskan kecelakaan serupa bukan lagi peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan pola yang berulang di sejumlah daerah di Sumatera Utara.
"Saya turut prihatin dan menyampaikan duka cita atas kecelakaan antara kereta api dengan truk pengangkut pasir yang terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai," ujar Ijeck, sapaan akrabnya.
Menurutnya, akar persoalan utama masih sama: banyaknya perlintasan sebidang yang beririsan dengan jalan umum namun belum dilengkapi palang pintu sebagai sistem pengaman. Kondisi ini diperparah dengan minimnya penerangan dan rambu di sejumlah titik.
Sudah Berkali-kali Disuarakan di DPR
Ijeck mengungkapkan, persoalan ini sebenarnya sudah kerap ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Kementerian Perhubungan. Ia menilai perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan fasilitas keselamatan di perlintasan kereta api di Sumatera Utara masih belum optimal.
"Saat RDP dengan Kementerian Perhubungan, saya berkali-kali menyampaikan agar perlintasan kereta api yang belum memiliki palang pintu menjadi perhatian serius. Jumlahnya masih cukup banyak di Sumatera Utara dan membutuhkan penanganan segera," tegasnya.
Evaluasi Menyeluruh dan Penyelidikan Polisi
Ijeck berharap tragedi di Perbaungan ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan transportasi. Ia meminta agar keselamatan penumpang kereta dan pengguna jalan ditempatkan sebagai prioritas utama, bukan sekadar wacana.
"Keselamatan penumpang kereta maupun pengguna jalan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kecelakaan seperti ini kembali terulang," ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Serdang Bedagai AKP Bringin Jaya menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk bermuatan pasir melaju dari kawasan Tangkahan Galian C menuju jalan utama dan melintasi rel kereta api. Kepolisian hingga kini masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan kelalaian pengemudi saat melintasi perlintasan tanpa palang tersebut.