SUMATERA UTARA — Angka ini keluar dari catatan PT Jetour Sales Indonesia sepanjang pameran GIIAS 2026 di ICE BSD, yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026. Pola pembelian ini menarik karena bertolak belakang dengan kebiasaan pasar Indonesia yang biasanya lebih memilih varian mesin konvensional termurah. Faktanya, dari porsi T Series yang mencapai 90 persen total penjualan, mayoritas pembeli justru mengeluarkan kocek lebih dalam untuk teknologi i-DM.
Secara geografis, penjualan masih bertumpu di Pulau Jawa dengan kontribusi 30-40 persen. Segmen pembeli perempuan juga tercatat signifikan, mengisi 20-30 persen dari total konsumen—angka yang cukup tinggi untuk kategori SUV berukuran kompak hingga medium.
Harga Promo GIIAS Jadi Pemicu Utama Transaksi
Strategi harga menjadi faktor kunci di balik dominasi ini. Selama periode GIIAS 2026, Jetour T1 varian bensin dibanderol Rp388 juta on the road Jakarta. Begitu pameran usai, harganya naik Rp20 juta menjadi Rp408 juta. Pola yang sama berlaku untuk varian hybrid.
Jetour T1 i-DM dijual Rp538 juta selama pameran, lalu beranjak ke Rp558 juta setelahnya. Selisih Rp20 juta ini sengaja diciptakan sebagai momentum "harga perkenalan"—dan tampaknya berhasil mendorong keputusan pembelian cepat.
Paket Garansi Tanpa Batas Kilometer untuk T2 i-DM
Untuk model yang lebih besar, Jetour T2 i-DM dipatok di angka Rp688 juta OTR Jakarta. Pembeli varian ini mendapatkan paket garansi bernama Fearless Adventure, yang mencakup garansi kendaraan dan mesin tanpa batas kilometer atau selama 6 tahun—mana yang tercapai lebih dulu.
Skema garansi tanpa batas kilometer ini jarang ditawarkan kompetitor di kelasnya dan menjadi nilai jual utama bagi konsumen dengan mobilitas tinggi. Namun perlu dicatat, paket ini hanya berlaku untuk varian i-DM, bukan versi mesin bensin biasa.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Di balik angka penjualan yang impresif, ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda mengeluarkan uang puluhan juta rupiah. Pertama, selisih harga antar varian cukup jomplang—Rp150 juta antara T1 bensin dan T1 i-DM. Anda perlu menghitung sendiri apakah penghematan BBM mampu menutup selisih tersebut dalam jangka waktu pemakaian Anda.
Kedua, infrastruktur pengisian daya di luar Pulau Jawa masih menjadi tantangan. Meski i-DM bisa beroperasi seperti hybrid biasa tanpa colokan, potensi efisiensi maksimalnya baru terasa jika rutin diisi daya. Ketiga, nilai jual kembali (resale value) untuk mobil China bermerek baru seperti Jetour belum teruji di pasar Indonesia—berbeda dengan merek Jepang yang sudah mapan.
Verdict: Strategi Jitu di Segmen yang Sedang Panas
Data ini menunjukkan Jetour berhasil membidik celah pasar yang tepat: konsumen Indonesia yang ingin beralih ke elektrifikasi namun belum siap full electric. Dengan harga T1 i-DM yang berada di bawah Rp600 juta, mereka bersaing langsung dengan SUV hybrid Jepang sekelas—dan menang dari sisi fitur serta garansi.
Untuk pembeli yang mencari SUV hybrid dengan harga kompetitif dan garansi panjang, T1 i-DM adalah opsi yang layak masuk daftar pendek. Namun untuk Anda yang mengutamakan kepraktisan dan likuiditas aset, varian bensin T1 dengan selisih Rp150 juta mungkin pilihan yang lebih rasional—tergantung seberapa besar Anda memakai mobil setiap harinya.