MEDAN — Masyarakat Sumatera Utara yang tidak sempat hadir langsung di Jakarta tetap bisa mengikuti puncak Zikir dan Doa Kebangsaan 2026 dari rumah. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Utara, Ahmad Qosbi, mempersilakan warga menyaksikan jalannya acara melalui siaran televisi maupun kanal media sosial resmi.
"Khusus masyarakat Sumut bisa mengikuti kegiatan zikir dan doa kebangsaan melalui televisi dan media sosial, seperti Youtube di rumah bersama keluarga," kata Qosbi di Medan, Jumat (31/7).
Kegiatan yang dikoordinasikan Kementerian Sekretariat Negara ini direncanakan dihadiri sekitar 100.000 orang. Ribuan peserta akan memadati kawasan Monas untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi bangsa.
Makna Zikir dan Doa Kebangsaan bagi Warga Sumut
Qosbi menjelaskan, zikir dan doa kebangsaan bukan sekadar seremonial tahunan. Kegiatan ini menjadi wujud syukur atas kemerdekaan yang telah dianugerahkan kepada bangsa Indonesia selama delapan dekade terakhir.
"Zikir dan Doa Kebangsaan ini sebagai bentuk syukur atas nikmat atas kemerdekaan yang telah dianugerahkan kepada bangsa Indonesia," tutur dia.
Momen ini dinilai tepat untuk merefleksikan perjuangan para pendiri bangsa. Doa bersama juga dimaksudkan agar negeri ini senantiasa diberi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Instruksi untuk Satuan Kerja dan Penyuluh di Sumut
Tidak hanya mengimbau masyarakat umum, Qosbi juga memberikan arahan khusus kepada jajaran internal Kemenag Sumut. Seluruh satuan kerja diminta menggelar kegiatan serupa secara mandiri di lingkungan masing-masing.
"Satuan kerja madrasah bisa melaksanakan zikir dan doa kebangsaan masing-masing," tegasnya.
Para penyuluh agama juga mendapat peran dalam menyemarakkan kegiatan ini. Mereka diinstruksikan untuk mengajak masyarakat binaan menggelar zikir dan doa bersama di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Antusiasme Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi salah satu rangkaian menuju puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus mendatang. Berbagai persiapan terus dilakukan baik di tingkat pusat maupun daerah.
Di Sumatera Utara, imbauan ini diharapkan mampu membangkitkan semangat kebersamaan antarumat beragama. Partisipasi aktif dari tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan kegiatan doa bersama ini.
Dengan melibatkan berbagai elemen, Kemenag Sumut optimistis semangat persatuan dan kesatuan bangsa semakin menguat menjelang hari kemerdekaan nanti.