TAPANULI SELATAN — Sebanyak 12 peserta PKN Tingkat II Angkatan VI Tahun 2026 dari BPSDM Sumut diterjunkan ke Bappeda Kabupaten Tapanuli Selatan untuk mempelajari tata kelola pemulihan pascabencana. Mereka tergabung dalam Kelompok 3 yang mendapat tugas khusus mendalami integrasi program rehabilitasi ke dalam dokumen perencanaan daerah.
Kegiatan yang mengusung tema “Kepemimpinan Adaptif untuk Memperkuat Peran Komunitas dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana” ini dibuka langsung oleh Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Utara, Dr. Agustinus, S.SiT., M.P. Seluruh peserta dibagi ke dalam empat kelompok dengan lokus pembelajaran yang berbeda-beda.
Apa yang Dipelajari Peserta di Bappeda Tapsel?
Dalam forum diskusi yang digelar di kantor Bappeda setempat, peserta mendapatkan paparan soal penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data. Materi mencakup koordinasi lintas sektor hingga pemberdayaan masyarakat sebagai kunci percepatan pemulihan daerah pascabencana.
Praktik baik yang telah diterapkan Pemkab Tapanuli Selatan menjadi bahan belajar utama. Beberapa di antaranya meliputi:
- Integrasi program rehabilitasi dan rekonstruksi ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah
- Pelaksanaan verifikasi lapangan terhadap usulan rehabilitasi dari masyarakat
- Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan bencana
- Penguatan sistem monitoring dan evaluasi sebagai organisasi pembelajar
Pembimbing: Bukan Sekadar Studi Banding Biasa
Pembimbing kegiatan, Dr. Hironymus Ghodang, M.Si., M.Psi., menekankan bahwa visitasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman konkret bagi para calon pemimpin. “Peserta tidak hanya mendengar teori, tetapi melihat langsung bagaimana kebijakan adaptif dijalankan di lapangan,” ujarnya.
Selama empat hari, peserta berdialog langsung dengan jajaran Bappeda Kabupaten Tapanuli Selatan. Mereka menggali bagaimana pemerintah daerah menyusun prioritas rehabilitasi pascabencana, mulai dari pendataan hingga eksekusi anggaran.
Target: Lahirkan Pemimpin Adaptif dan Berbasis Data
Melalui kegiatan ini, BPSDM Sumut berharap para peserta mampu mengadopsi nilai-nilai kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, inovatif, dan berbasis data. Pengalaman di Tapanuli Selatan diharapkan menjadi referensi untuk mengembangkan inovasi strategis di instansi masing-masing.
“Pembelajaran ini penting karena tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, terutama di daerah rawan bencana,” kata Kepala BPSDM Sumut, Dr. Agustinus. Ia menambahkan bahwa tata kelola yang baik pascabencana akan menentukan daya saing daerah dalam jangka panjang.
Para peserta PKN Tingkat II Angkatan VI ini akan kembali ke instansi asal masing-masing setelah rangkaian visitasi selesai. Mereka diwajibkan menyusun rencana aksi berdasarkan temuan lapangan selama di Tapanuli Selatan.