MEDAN — Peluang kenaikan harga emas masih terbuka lebar sepanjang harga bertahan di atas area support utama. Dupoin Futures memproyeksikan target kenaikan awal berada di kisaran Rp 4.220 per gram sebagai resistance pertama, dengan potensi lanjutan menuju Rp 4.330 per gram jika volume transaksi mendukung.
Pola Double Bottom Jadi Sinyal Bullish
Dari sisi teknikal, Geraldo Kofit menilai bahwa pergerakan emas telah menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat. Pola Double Bottom yang terbentuk mengindikasikan berakhirnya dominasi tekanan jual dan mulai menguatnya aksi beli di pasar.
“Setelah mengalami fase koreksi yang cukup panjang, pelaku pasar mulai kembali mengakumulasi emas. Selama level support tidak ditembus ke bawah, skenario bullish masih menjadi acuan utama,” ujar Geraldo dalam keterangan resminya.
Indikator Stochastic juga masih bergerak naik dan belum menunjukkan tanda-tanda divergensi yang biasanya menjadi sinyal awal pembalikan arah. Momentum beli dinilai masih terjaga dalam jangka menengah.
Ketidakpastian Global Dorong Permintaan Safe Haven
Dari sisi fundamental, prospek emas juga ditopang oleh meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda, ditambah risiko geopolitik yang masih membayangi pasar keuangan internasional, membuat investor kembali mengalokasikan dana ke emas.
Ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi mengambil kebijakan moneter lebih longgar juga menjadi sentimen positif. Jika inflasi bergerak lebih rendah atau pasar tenaga kerja AS kehilangan momentum, peluang penurunan suku bunga akan semakin terbuka.
Skenario tersebut secara historis mendukung kenaikan harga emas karena menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah. Pelemahan dolar membuat emas lebih kompetitif bagi investor global.
Koreksi Dianggap Fase Konsolidasi Sehat
Menurut Geraldo, setiap koreksi yang mungkin terjadi dalam beberapa sesi ke depan masih berpotensi menjadi bagian dari fase konsolidasi yang sehat, bukan indikasi perubahan tren. Selama struktur harga mempertahankan pola higher low dan bertahan di atas area support, peluang kenaikan dinilai lebih besar dibandingkan risiko penurunan.
Strategi diversifikasi yang diterapkan investor institusi juga menjadi faktor penopang. Emas tetap dipandang sebagai aset yang mampu menjaga stabilitas portofolio di tengah fluktuasi pasar keuangan.
Dupoin Futures mengingatkan pelaku pasar untuk terus mencermati perkembangan data ekonomi AS, arah kebijakan Federal Reserve, serta dinamika geopolitik global yang berpotensi menjadi katalis utama pergerakan harga emas dalam jangka pendek maupun menengah.