MEDAN — Bapenda Sumut tidak lagi hanya mengandalkan imbauan konvensional. Kepala Bapenda Sumut Sutan Tolang Lubis mengatakan, tim khusus telah dibentuk untuk turun ke lapangan. Mereka akan mendatangi warung-warung, pusat keramaian, hingga permukiman warga untuk menyosialisasikan kewajiban membayar PKB.
Menyisir dari Jalan Raya Hingga ke Pintu Rumah
“Petugas kita sudah dibentuk tim untuk melakukan sosialisasi di lapangan. Bisa di jalanan, bisa tempat umum, tempat keramaian, warung-warung sampai ke rumah-rumah warga,” ujar Sutan di Medan, Rabu.
Program GAS KEN ini melibatkan jajaran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Pendapatan Daerah (Pependa) se-Sumatera Utara. Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Bapenda kabupaten/kota juga ikut dikerahkan.
Target Naik, Realisasi Tahun Lalu Rp1,44 Triliun
Data Bapenda mencatat, target penerimaan PKB tahun ini sebesar Rp1,81 triliun. Angka itu naik dibanding target 2025 yang sebesar Rp1,74 triliun. Namun, realisasi tahun lalu hanya mencapai Rp1,44 triliun dengan jumlah kendaraan yang membayar sebanyak 2,2 juta unit.
Selisih antara target dan realisasi inilah yang coba dikejar melalui pendekatan lebih masif. “Lebih masif lagi, kita kerja sama dengan pihak-pihak terkait agar memiliki kesadaran terhadap pajak. Semoga ini bisa memberikan dampak lebih luas, dan memaksimalkan target kita,” kata Sutan.
Program Ini Sekaligus Pengingat Jatuh Tempo
Selain mengejar pendapatan asli daerah (PAD), GAS KEN juga berfungsi sebagai pengingat bagi pemilik kendaraan yang masa pajaknya sudah jatuh tempo. Sutan berharap masyarakat tidak menunggu denda menumpuk.
“Harapkan dari GAS KEN ini, tentu masyarakat menyadari pajak kendaraannya dan memeriksa apakah pajaknya sudah jatuh tempo. Jika sudah jatuh tempo, harapan kita agar segera dibayarkan,” paparnya.
Bapenda Sumut menargetkan, dengan jangkauan yang lebih luas hingga ke tingkat kelurahan dan desa, kesadaran wajib pajak meningkat signifikan sepanjang tahun ini.