MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mencatat realisasi penyerapan gabah dari petani mencapai 32.810 ton dalam periode Januari hingga awal Juli 2026. Angka itu setara dengan 16.405 ton beras yang akan digunakan untuk memperkuat cadangan pangan nasional.
"Penyerapan 32.810 ton gabah dari petani atau setara 16.405 ton beras itu terhitung sejak Januari hingga 7 Juli 2026," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Rabu.
Target Tahunan dan Proyeksi Peningkatan Serapan
Budi menjelaskan, realisasi tersebut baru mencapai 46,14 persen dari target pengadaan tahun 2026 yang dipatok sebesar 69.514 ton gabah kering. Pihaknya optimistis angka serapan akan meningkat signifikan pada Agustus mendatang.
Peningkatan itu seiring dimulainya musim panen di sejumlah daerah sentra produksi, terutama Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Deli Serdang. "Saat ini, serapan gabah masih terbatas. Kemarin kami menyerap sekitar 250 ton dari Kabupaten Langkat dan Kabupaten Simalungun," ucapnya.
Gabah Petani Jadi Cadangan untuk Program Pemerintah
Seluruh gabah yang diserap Bulog Sumut akan dijadikan cadangan pangan pemerintah. Stok tersebut akan digunakan untuk memenuhi berbagai penugasan negara, termasuk Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta penanganan bencana.
Sebagai operator pemerintah dalam pengelolaan pangan, Bulog bertugas menyerap gabah langsung dari petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Sumut gencar melakukan sosialisasi dan memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) serta pemerintah daerah setempat.