Pencarian

Viral Sengketa Lembu di Labuhanbatu Berakhir Damai, Jefri dan Martogi Br Sinaga Minta Maaf ke TNI

Kamis, 02 Juli 2026 • 01:24:01 WIB
Viral Sengketa Lembu di Labuhanbatu Berakhir Damai, Jefri dan Martogi Br Sinaga Minta Maaf ke TNI
Jefri dan Martogi Br Sinaga menyelesaikan sengketa lembu secara damai di Mapolres Labuhanbatu.

LABUHANBATU — Polemik kepemilikan lembu yang memicu video viral dan narasi keterlibatan oknum TNI resmi ditutup secara kekeluargaan. Jefri dan Martogi Br Sinaga sepakat saling memaafkan dan mencabut laporan yang telah diajukan ke kepolisian, setelah menjalani mediasi di Mapolres Labuhanbatu, Selasa (30/6/2026) malam.

Kedua pihak mengakui bahwa persoalan tersebut murni kesalahpahaman terkait penandaan ternak, bukan aksi pencurian yang melibatkan anggota TNI seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial. Permintaan maaf resmi pun disampaikan langsung kepada jajaran TNI, mulai dari Panglima TNI hingga Dandim 0209/Labuhanbatu.

Kronologi: Dari Sengketa Ternak ke Video Viral

Martogi Br Sinaga menjelaskan bahwa perselisihan bermula dari perbedaan pandangan mengenai kepemilikan dan tanda pengenal pada seekor lembu. "Terdapat kekeliruan pandangan kami dalam kepemilikan dan penandaan lembu antara saya dengan saudara Jefri," ujarnya dalam pernyataan yang dibacakan saat mediasi.

Kesalahpahaman ini kemudian meluas setelah sebuah video beredar luas dan menarasikan dugaan pencurian lembu oleh oknum TNI. Video tersebut memicu gelombang kecaman di media sosial dan memaksa Kodim 0209/Labuhanbatu angkat bicara untuk meluruskan informasi.

Permintaan Maaf Langsung ke Institusi TNI

Dalam kesempatan yang sama, Martogi Br Sinaga secara terbuka meminta maaf kepada Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam I Bukit Barisan, Danrem 022/Pantai Timur, hingga Dandim 0209/Labuhanbatu. “Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Dandim dan Bapak Kapolres yang telah memfasilitasi mediasi,” katanya.

Hal senada disampaikan Jefri. Ia menegaskan bahwa narasi soal oknum TNI mencuri lembu adalah hasil kesalahpahaman. “Setelah dilakukan klarifikasi dengan para pihak, dapat kami sampaikan bahwa hal tersebut hanyalah kesalahpahaman yang timbul akibat adanya permasalahan hukum,” tandas Jefri.

Peran TNI-Polri dalam Mediasi Kekeluargaan

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP M. Jihad Fazar Balman, mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak hadir dengan itikad baik untuk menyelesaikan perkara secara damai. Mediasi ini difasilitasi langsung oleh Kodim 0209/Labuhanbatu dan Polres Labuhanbatu tanpa harus berlanjut ke proses hukum yang lebih panjang.

Dandim 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, sebelumnya telah menegaskan bahwa tidak ada anggota TNI yang terlibat dalam sengketa warga tersebut. Pernyataan itu kini diperkuat oleh pengakuan langsung dari Jefri dan Martogi yang mengaku khilaf dan berlapang dada menerima penyelesaian secara kekeluargaan.

Pelajaran dari Viral: Kesalahan Informasi Bisa Menjerat Nama Baik Institusi

Kasus ini menjadi pengingat bahwa informasi yang belum terverifikasi, terutama yang menyangkut aparat negara, dapat memicu kegaduhan publik yang tidak perlu. Jefri dan Martogi berharap perdamaian ini menjadi contoh bahwa setiap perselisihan warga sebaiknya diselesaikan melalui jalur musyawarah, bukan melalui pengadilan media sosial.

“Menurut kami, perdamaian adalah hal yang luar biasa dan diajarkan oleh seluruh agama,” tutup Jefri.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metrorakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks