Berdasarkan penelusuran, ‘Geng Sunggal’ merupakan sebutan bagi kelompok biru di barisan penguasa Kota Medan. Kelompok ini saat ini mengurusi setiap proyek di dinas-dinas. Mereka dinakhodai oleh seseorang berinisial RA dan mulai masuk setelah adanya perombakan kepala bidang di seluruh SKPD beberapa waktu lalu. Kehadiran geng ini dinilai menjadi salah satu pemicu keretakan politik di Kota Medan yang sebelumnya terbangun harmonis.
Ancaman Tegas Jauli Manalu: ‘Gol’ alias Masuk Penjara
Jauli Manalu mengingatkan bahwa posisi strategis para kabid sebagai penentu program bukan berarti bisa mengabaikan etika komunikasi kepada kepala dinas. “Saya cuma mengingatkan, jangan berkiblat ke Geng Sunggal. Ini mengingatkan ya. Yang mau silakan, ya gak mau pasti ketahuannya itu,” tegasnya.
Ia memperingatkan bahwa keributan politik semacam ini bisa menumbalkan korban dalam waktu dekat. “Jangan nanti udah gol, baru nangis. Sudahlah, namanya pegawai. Sesuai tupoksi saja. Kalau kuat kali tekanan, mundur. Jangan mau kali kena setel-setel. Kalau gol, tidak ada itu yang bela,” ungkap Jauli.
Pesan Moral untuk Aparatur Sipil Negara
Jauli menekankan bahwa para pegawai negeri harus kembali ke tugas pokok dan fungsi masing-masing. Ia menyarankan, jika seorang kabid tidak kuat menghadapi tekanan dari kelompok kepentingan, lebih baik mundur daripada terjerat kasus korupsi proyek. “Kalau gol (masuk penjara), tidak ada itu yang bela,” ujarnya menutup peringatan tersebut.