Pencarian

Bupati Mandailing Natal Temui Kepala BNN RI Bahas Program GDAD, Targetkan Bebas Narkotika dalam Lima Tahun

Rabu, 01 Juli 2026 • 16:06:01 WIB
Bupati Mandailing Natal Temui Kepala BNN RI Bahas Program GDAD, Targetkan Bebas Narkotika dalam Lima Tahun
Bupati Mandailing Natal dan Kepala BNN RI membahas program GDAD untuk bebas narkotika dalam lima tahun.

MADINA — Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal tidak hanya mengandalkan pendekatan represif dalam memberantas narkotika. Lewat program GDAD, mereka menargetkan wilayah itu bebas dari narkotika dalam lima tahun ke depan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bupati Saipullah Nasution menyebut program ini menjadi solusi jangka panjang yang mengubah pola hidup warga di kawasan yang selama ini rawan penanaman ganja. “Kami menyiapkan komoditas alternatif seperti kopi, tembakau, dan pisang abaka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam pertemuan di Gedung BNN, Jakarta, Selasa (30/6).

Akses Jalan Baru dan Izin Pinjam Pakai Lahan Jadi Kunci

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah rencana koordinasi dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Pemkab Madina mengajukan permohonan izin pinjam pakai lahan di kawasan hutan yang selama ini menjadi titik rawan peredaran ganja.

Selain itu, Saipullah meminta dukungan BNN dalam pemusnahan ladang ganja serta pembangunan akses jalan baru yang menghubungkan Madina dan Padang Lawas melalui Panyabungan Timur. Jalan ini diyakini akan membuka isolasi wilayah sekaligus memudahkan pengawasan aparat.

Perhutanan Sosial Jadi Solusi Berkelanjutan

Pemkab Madina mengintegrasikan program GDAD dengan optimalisasi perhutanan sosial. Langkah ini dirancang agar masyarakat di kawasan rawan memiliki mata pencaharian tetap tanpa harus bergantung pada tanaman terlarang.

Sebelum pertemuan dengan Kepala BNN, Pemkab Madina telah menerima kunjungan Direktur Alternative Development Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI Brigjen Pol Drs. Edy Suasono. Kunjungan itu bertujuan memperkuat implementasi program ketahanan dan resiliensi desa berbasis GDAD dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN).

Komoditas Pengganti: Kopi, Tembakau, dan Pisang Abaka

Dalam program alternatif ini, Pemkab Madina menyiapkan tiga komoditas utama. Kopi dan tembakau dipilih karena nilai ekonominya yang stabil di pasar lokal. Sementara pisang abaka, yang seratnya bisa dimanfaatkan untuk industri tekstil, dinilai punya potensi ekspor.

Pertemuan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Madina untuk tidak setengah-setengah dalam memberantas narkotika. Dengan pendekatan pembangunan ekonomi, mereka berharap masyarakat tak lagi tergoda menanam ganja.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks