MEDAN — Sebanyak 96 pemerintah kota dari seluruh Indonesia mengirimkan perwakilannya ke Rakernas APEKSI XVIII yang digelar di Kota Medan. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menyebutkan, dari jumlah tersebut, 88 di antaranya adalah wali kota, empat wakil wali kota, dua sekretaris daerah, dan satu kepala Bappeda.
Rangkaian acara yang berlangsung selama sepekan, 28 Juni hingga 4 Juli 2026, ini dibuka dengan dua agenda pendahulu: Youth City Changers dan Forum Pangan pada 28-29 Juni.
Gelar Melayu Serumpun dan HUT ke-436 Kota Medan
Pada 30 Juni, peserta mengikuti registrasi dan forum diskusi yang dirangkai dengan gala dinner serta penutupan Gelar Melayu Serumpun. Rico mengatakan pelaksanaan Rakernas APEKSI tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-436 Kota Medan yang diperingati melalui upacara pada 1 Juli 2026.
Di hari yang sama, panitia menggelar sejumlah kegiatan paralel. Mulai dari Ladies Program, Dialog Kota Tangguh, City Tour, pembukaan City Expo, hingga pembukaan resmi Rakernas APEKSI XVIII.
Agenda Tematik: Senam, Penanaman Pohon, hingga Karnaval Nusantara
Setelah pembukaan resmi, rangkaian kegiatan diisi dengan senam bersama, penanaman pohon, penandatanganan prasasti, dan Ladies Program Fun Cooking Daun Ubi Tumbuk. Berbagai forum tematik turut digelar untuk membahas isu-isu strategis perkotaan.
"Rakernas APEKSI ini juga akan diiringi dengan agenda tahunan Pemerintah Kota Medan," ujar Rico Tri Putra Waas di Medan, Selasa.
Rangkaian acara akan ditutup dengan Sidang Pleno dan penutupan Rakernas APEKSI XVIII yang dimeriahkan Karnaval Nusantara.
Mengapa Rakernas APEKSI Penting bagi Daerah?
Rakernas APEKSI menjadi forum tahunan bagi kepala daerah untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan kota di seluruh Indonesia. Forum Pangan yang digelar di awal acara, misalnya, menjadi ruang bagi pemerintah kota untuk berbagi strategi mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat lokal.
Sementara itu, Dialog Kota Tangguh menyoroti upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim yang kini menjadi tantangan bersama bagi kota-kota di Indonesia. Kehadiran 96 pemerintah kota di Medan menunjukkan skala penting pertemuan ini dalam menentukan arah kebijakan perkotaan nasional.